RADAR BOGOR – Mama Jo, film dokumenter karya sutradara asal Citeureup, Kabupaten Bogor, Ineu Rahmawati, kembali mengukir prestasi di kancah internasional.
Karya tersebut meraih Special Jury Prize pada International Special Film Festival yang digelar di Budapest pada 7–10 November 2025.
Dari 63 negara peserta, Mama Jo menjadi satu-satunya film asal Indonesia yang lolos dalam kurasi Special Screening, menempatkannya di antara 14 film dokumenter terbaik yang diputar di Eötvös 10 Community and Cultural Space.
Pemutaran film turut dihadiri masyarakat Budapest, tenaga pendidik, perwakilan KBRI Budapest, serta anggota Diaspora Indonesia.
Ineu Rahmawati menjelaskan penghargaan tersebut diberikan sebagai apresiasi terhadap kekuatan narasi, kedalaman emosi, serta teknik penceritaan yang disajikan dalam film.
“Mama Jo mengisahkan perjuangan seorang ibu dalam mendampingi anaknya yang hidup dengan Cerebral Palsy, serta realitas sosial yang melingkupi kehidupan mereka,” ujar Ineu kepada Radar Bogor, Rabu 19 November 2025.
International Special Film Festival Budapest dikenal sebagai festival yang menekankan inklusivitas dan aksesibilitas.
Agenda ini bertujuan memperluas partisipasi penyandang disabilitas dalam aktivitas budaya baik sebagai aktor, sutradara, kru, relawan, maupun penonton.
Melalui penghargaan tersebut, festival menegaskan komitmennya dalam mempromosikan kesetaraan, keberagaman, serta representasi inklusif di dunia sinema.
Pengakuan internasional untuk Mama Jo menjadi bukti bahwa cerita dari Indonesia memiliki daya jangkau global.
Hal ini sekaligus menegaskan peran film dokumenter sebagai medium penting dalam menyuarakan isu kemanusiaan dan meningkatkan pemahaman publik tentang inklusi sosial.
Film Mama Jo merupakan produksi Eagle Institute Indonesia tahun 2023. Penghargaan di Budapest diterima langsung oleh sutradara Ineu Rahmawati dan penulis naskah Nanda Puspita.
Keberangkatan tim didukung penuh oleh Kementerian Kebudayaan melalui Direktorat Jenderal Diplomasi, Promosi, dan Kerja Sama Kebudayaan, serta Kedutaan Besar Republik Indonesia di Budapest (KBRI Budapest).
Sebagai rangkaian kegiatan festival, KBRI Budapest turut menggelar sesi dialog bersama Diaspora Indonesia pada 9 November 2025.
Acara yang diprakarsai Duta Besar Indonesia untuk Hungaria, Penny Dewi Herasati, tersebut menggali proses kreatif dan kisah di balik layar Mama Jo, sekaligus membuka ruang pertukaran gagasan.
“Saya berharap ada kerja sama lanjutan antara Indonesia dan Hungaria setelah film festival ini,” kata Penny Dewi Herasati.
Keseluruhan rangkaian kegiatan ini menjadi upaya memperkenalkan budaya Indonesia melalui film dokumenter di panggung internasional.
Melalui karya dan dialog lintas budaya, diharapkan muncul kolaborasi baru yang dapat memperkuat hubungan antarbangsa serta memperluas pemahaman global mengenai nilai kemanusiaan dan inklusi sosial.(cr1)