RADAR BOGOR - Kabar terbaru datang dari proyek Film Laut Bercerita. Novel karya Leila S. Chudori ini, kini semakin dekat dengan penonton bioskop.
Pal8 Pictures resmi memperkenalkan deretan pemeran sekaligus merilis teaser Film Laut Bercerita dalam konferensi pers Rabu 24 Februari 2026.
Sehari kemudian, informasi mengenai para pemain juga diunggah melalui akun Instagram resmi @filmlautbercerita Kamis 25 Februari 2026.
Pemeran Film Laut Bercerita
Sejumlah aktor dan aktris ternama dipercaya membawakan karakter utama, yaitu:
- Reza Rahadian sebagai Biru Laut
- Yunita Siregar sebagai Asmara Jati
- Dian Sastrowardoyo sebagai Kinan
- Christine Hakim sebagai Ibu Wibisana
Selain tokoh-tokoh sentral tersebut, kelompok diskusi Winatra yang menjadi bagian penting dalam perjalanan cerita juga diperankan oleh:
- Kevin Julio sebagai Daniel
- Ben Nugroho sebagai Alex
- Dewa Dayana sebagai Sunu
- Yoga Pratama sebagai Bram
- Nagra Kautsar sebagai Naratama
- Natalius Chendana sebagai Julius
- Afrian Arisandy sebagai Gala
- Eva Celia sebagai Anjani
Proses Produksi Film Laut Bercerita
Dilansir dari YouTube Arga Farel Nugraha, dalam konferensi pers, sutradara Yosep Anggi Noen menyampaikan bahwa proyek ini menghadirkan tantangan tersendiri, terutama pada tahap pemilihan pemain.
“Saya kira ini film yang paling rumit buat saya karena casting-nya banyak sekali. Kami memilih orang-orang yang merepresentasikan gairah anak muda pada masa itu. Bukan hanya tentang seberapa mereka mengetahui bukunya atau seberapa bagus aktingnya, tetapi juga sorot mata dan energi yang mereka bawa,” ujarnya.
Menurutnya, latar dekade 1990-an membuat tim produksi harus memberi perhatian khusus pada detail visual.
Unsur lokasi, tata cahaya, hingga pendekatan sinematografi dirancang agar selaras dengan konteks waktu cerita.
Bahkan, produksi melibatkan dua konsultan fotografi untuk menjaga konsistensi penggunaan blitz, warna, dan komposisi hitam putih agar terasa sesuai zamannya.
Di sisi lain, Leila S. Chudori menegaskan bahwa versi film tetap berpijak pada alur utama novel. Meskipun demikian, ada sejumlah bagian yang diperluas untuk kebutuhan dramatik.
“Secara garis besar tidak jauh berbeda. Jika di novel hanya satu kalimat atau satu halaman, di film kami kembangkan karena itu yang lebih menarik untuk divisualkan,” ujarnya.
Film ini dijadwalkan tayang pada 2026. Lewat medium layar lebar, kisah tentang keberanian, kehilangan, serta suara-suara yang nyaris dibungkam sejarah, diharapkan dapat menjangkau penonton yang lebih luas. (Sarah/Unpad)
Editor : Yosep Awaludin