RADAR BOGOR — Rumah produksi Bleecker Street baru saja memperkenalkan proyek film terbaru mereka yang cukup mencuri perhatian pecinta sinema dengan film berjudul SLANTED.
Melansir dari unggahan akun X resmi @BDisgusting, Film SLANTED ini dideskripsikan sebagai perpaduan antara nuansa persaingan remaja khas Mean Girls dengan horor medis yang mencekam layaknya The Substance.
Dijadwalkan tayang secara nasional pada 13 Maret 2026, Film SLANTED ini dibintangi oleh deretan aktor muda berbakat seperti Mckenna Grace, Shirley Chen, dan Maitreyi Ramakrishnan.
Berdasarkan deskripsi trailer resminya, SLANTED mengikuti perjalanan Joan Huang (Shirley Chen), seorang remaja yang terobsesi menjadi ratu prom di sekolahnya.
Merasa tidak percaya diri dengan identitasnya sebagai orang Asia, Joan memutuskan untuk mendatangi sebuah klinik bedah kosmetik misterius bernama Ethnos.
Klinik tersebut menawarkan prosedur yang diklaim bisa mengubah penampilan fisik orang berwarna menjadi tampak seperti orang berkulit putih demi mendapatkan "keistimewaan" sosial.
Namun, transformasi yang awalnya terlihat sempurna tersebut perlahan berubah menjadi mimpi buruk fisik yang mengerikan.
Jika melihat cuplikan trailer berdurasi hampir tiga menit yang dirilis melaui YouTube resmi Bleecker Street, SLANTED menggunakan visualisasi yang sangat kuat untuk menggambarkan krisis identitas.
Salah satu bagian paling berkesan adalah penggunaan estetika boneka plastik yang meleleh dan menyatu antara dua wajah berbeda pada poster promosinya, merepresentasikan hilangnya jati diri demi standar kecantikan global.
Film ini tampak tidak ragu menunjukkan adegan-adegan body horror yang eksplisit, seperti kulit yang terkelupas atau efek transformasi medis yang tidak wajar, namun tetap dibalut dengan humor gelap dan sindiran tajam terhadap perilaku rasisme terselubung di lingkungan sekolah.
Dengan gaya visual yang kontras antara warna-warna cerah ala sekolah menengah dan suasana klinis yang dingin, SLANTED diprediksi akan menjadi salah satu film paling kontroversial sekaligus paling banyak dibicarakan tahun ini. (Luthfiyah/Vokasi IPB)
Editor : Yosep Awaludin