
RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menegaskan, penanganan persoalan sosial di Jawa Barat tidak cukup hanya mengandalkan penegakan aturan.
Menurut KDM (sapaan kang Dedi Mulyadi), akar masalah yang dialami anak-anak dan remaja harus diselesaikan melalui pendekatan kemanusiaan dengan melibatkan berbagai organisasi masyarakat.
Pernyataan tersebut disampaikan Dedi saat menghadiri kegiatan bersama Muhammadiyah dan 'Aisyiyah di Kabupaten Garut.
Program Barak Militer Dinilai Efektif, tetapi Masih Ada PR
Dalam sambutannya, KDM menjelaskan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus berupaya menangani berbagai persoalan generasi muda, termasuk aksi tawuran yang selama ini menjadi perhatian.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah pembinaan melalui program barak militer bagi remaja yang terlibat kenakalan.
Menurut Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, program tersebut menunjukkan hasil positif.
Namun, setelah proses pembinaan selesai, pemerintah menemukan persoalan lain yang lebih mendasar.
KDM mengisahkan, pengalamannya bertemu seorang anak yang menangis karena tidak ada satu pun anggota keluarga yang datang menjemput setelah mengikuti pembinaan.
"Ketika ditanya mengapa tidak dijemput, anak itu mengaku kedua orang tuanya telah berpisah dan merasa sudah tidak lagi diperhatikan," ungkap Dedi Mulyadi.
Pengalaman tersebut, lanjut KDM, menjadi gambaran bahwa banyak persoalan sosial berawal dari rapuhnya kondisi keluarga.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




