RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengkritisi kondisi jalan provinsi saat akan bertemu Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita.
Dalam video yang diunggah di YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel pada 26 Mei 2025, Dedi Mulyadi mengkritisi kondisi drainase dan kebersihan jalan di Subang.
"Saya tidak melihat keindahan di sekitar sini—yang ada hanya kekumuhan. Drainase jalan provinsi tidak berfungsi," kata Dedi Mulyadi.
Dedi Mulyadi juga menyoroti kebersihan jalan. Tak terlihat petugas kebersihan yang sedang bekerja, sehingga sampah pun tampak berserakan di mana-mana dan membuat suasana jalan tidak mencerminkan ketertiban.
"Sampah berserakan di mana-mana. Suasana di jalan bukan mencerminkan ketertiban, tapi kekacauan: knalpot bising, kendaraan melaju kencang, emosi orang di jalan meledak-ledak."
Dalam pertemuannya dengan Reynaldy, Dedi Mulyadi memberikan arahan dan perencanaan program penertiban serta penataan.
"Kan yang dibuka itu bangunan yang nggak berpenghuni dulu, kan? Dagang tidak, apa-apa tidak, tapi kan kumuh. Kemudian setelah yang tidak berpenghuni dibongkar, baru nanti yang berpenghuni."
Dedi Mulyadi kemudian menambahkan, "Tetapi selama dua bulan kita beri kompensasi untuk biaya hidup. Setelah itu, bangunannya dibikin sama dan ditata oleh pemerintah."
Di tengah pengarahan, Dedi Mulyadi juga melontarkan sentilan guyon yang memancing gelak tawa orang-orang yang ada di lokasi.
"Jangan hanya tempat wisata mahal yang bagus, jualan di pinggir jalan juga harus bagus. Masa bupatinya ganteng, daerahnya kumuh," pungkasnya.***
Editor : Eli Kustiyawati