RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengunjungi SMA Negeri 1 Cikampek dalam rangka Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).
"Ini SPMB Saya lagi di SMA Negeri 1 Cikampek," tuturnya.
Saat memasuki wilayah sekolah, Dedi Mulyadi tidak menyetujui gambar yang ada di spanduk SPMB.
"Ini SPMB tidak ada pungutan, tapi saya enggak setuju karena pakai gambar saya," ucapnya.
Gubernur Jawa Barat menilai, tidak boleh menggunakan fotonya, cukup tulisan saja.
"Saya enggak setuju foto saya dipasang-pasang. Kenapa? Karena ini kebijakan pemerintah bukan kebijakan orang. Jadi cukup lambang Pemprov Jabar," pungkasnya.
Dedi Mulyadi pun memanggil pihak keamanan untuk mencopot spanduk yang ada foto dirinya.
"Satpolnya ada satpamnya, ini buka ya dan ini juga, salah jangan masang di taman,"perintahnya.
Tidak hanya itu, Dedi Mulyadi juga tidak setuju baliho tersebut dipasang di atas taman.
"Oh ini salah, ini udah taman bagus dipasangin ini jadi jelek. Nah tamannya udah bagus dipasang ini jadi jelek. Jangan, jelek cabut aja," tambahnya.
Tidak lama, Kepala Sekolah SMAN1 Cikampek datang dan menyambut Gubernur Jawa Barat.
"Bapak kepala sekolah kenapa pasang gambar di taman? Sudah cukup itu aja, Ini juga salah tidak estetik Pak, dibuka aja,"ungkapnya.
Dedi Mulyadi mengatakan, di era digital, pengumuman sudah bisa diumumkan di platform media sosial.
Soal titipan, Gubernur Jawa Barat menegaskan tidak boleh didengar.
"Gubernur sekalipun kalau titip Bapak ngomong. Ini SPMB hari pertama, jam berapa dibukanya?" tanya Dedi Mulyadi.
"Jam 08.00," jawab Kepala Sekolah.
Saat ditanya jumlah pendaftar, kepala sekolah menjelaskan server masih loading dan belum stabil.
"Berarti servernya kurang gede ya kapasitasnya," kata Dedi Mulyadi.
Kepala sekolah menjabarkan, jumlah peminat di SMAN 1 Cikampek mencapai 750 orang.
"Zonasi kurang lebih sekitar 400 500," lanjutnya.
"Artinya tertampung yang zonasi kan?" tanya Dedi Mulyadi.
Mendengr pertanyaan tersebut, kepala sekolah menerangkan, kuota zonasi 35 persen dengan total sekitar 138 peserta yang bisa tertampung.
"Mereka nanti ke mana?" tanya Dedi Mulyadi.
"Biasanya ke swasta atau ke SMK atau di di pilihan dua," jawab kepala sekolah.
Editor : Siti Dewi Yanti