RADAR BOGOR - Kakek Masro yang sehari-hari membantu mengatur lalu lintas di kawasan Ciamis, mendapat perhatian Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Bahkan, Gubernur Jawa Barat mengajak Masro ke mobil Dedi Mulyadi.
Kendati tidak mengetahui siapa yang mengajaknya, Masro tampak menjawab setiap pertanyaan yang dilontarkan Gubernur Jawa Barat.
"Bapak tahu enggak kalau pakai baju seragam itu harus anggota," ungkap Dedi Mulyadi.
Masro menjelaskan, bahwa dirinya bukan polisi sedangkan seragam yang dipakainya hanya pemberian.
Gubernur Jawa Barat kembali bertanya kepada Masro, apakah tahu siapa yang ada di hadapannya.
Dengan lugu, Masro kembali menjawab tidak tahu.
Dedi Mulyadi menanyakan, sudah mendapatkan uang berapa banyak.
Masro mengaku, sudah mendapatkan Rp10.000 dari keikhlasan pengendara yang lewat.
Lalu Masro pun memperlihatkan uang pecahan Rp2.000-an.
Gubernur Jawa Barat lalu menghitungnya dan ternyata hanya Rp6.000.
Dedi Mulyadi kemudian menyita uang yang Masro dapatnya dari jalanan.
"Saya sita ini uangnya," tegas Gubernur Jawa Barat sambil memasukkan uang ke sakunya.
Dedi Mulyadi terus melanjutkan dramanya, dengan menanyakan apakah Masro bersedia diperiksa di markas.
"Ya boleh, bapak," ucap Masro kepada Gubernur Jawa Barat yang tidak kuat menahan senyumnya.
Dedi Mulyadi meminta Masro untuk menunjukkan Desa Cisuru.
Namun, Masro mengaku tidak tahu lokasi desa tersebut.
"Bapak sebagai anggota tidak tahu Desa Cisuru. Waduh, ini sangat berbahaya ini," canda Dedi Mulyadi yang terus ditanggapi serius Masro.
Gubernur Jawa Barat menanyakan alamat tinggal Masro.
Terlihat kaku, Masro menjawab tinggal di Desa Pasir Panjang, Kecamatan Baregbeg.
"Bapak kenal Kuwu Edan di Baregbeg?," tanya Dedi Mulyadi yang kembali bercanda kepada Masro.
Lagi-lagi, Masro menanggapinya dengan serius dan menjawabnya tidak tahu.
"Saya tinggal di Desa Pasir Pondok, saudaranya Pasir Panjang," canda Dedi Mulyadi yang bikin Masro tetap tegang.
Dalam sehari, Masro mengaku mendapatkan uang sekitar Rp150 ribu yang dipakai untuk biaya kehidupan sehari-hari dan sekolah anak-anak yang masih SD dan SMP.
Menurut Masro, dirinya kini berusia 74 tahun sedangkan istrinya 45 tahun.
Lebih lanjut Masro mengatakan, sebelumnya bercerai dan memiliki 4 anak, kemudian menikah lagi dengan janda dan mempunyai 5 anak.
Gubernur Jawa Barat menanyakan, apakah di rumah ada persediaan beras.
Masro menjawab, tidak punya sebab setiap hari hanya membeli beras 1 kilogram saja.
Dedi Mulyadi kemudian mengajak ke minimarket dan belanja beras, mie, gula hingga kopi termasuk sepatu dengan uang Rp6.000 milik Masro.
Gubernur Jawa Barat memberi uang Rp1 juta untuk belanja dan Rp1 juta untuk biaya pendidikan anak yang masih SD dan SMP dan menambah Rp1 juta lagi.
"Terima kasih bapak," ucap Masro sambil terharu kepada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. (*)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim