RADAR BOGOR - Seorang ibu bernama Dian asal Lubuk Linggau Sumatera Selatan menemui Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, karena anaknya tidak kunjung berubah.
Kepada Dedi Mulyadi, Dian menceritakan, sang anak memiliki akhlak yang buruk, akibat mengkonsumsi obat-obatan terlarang.
Bahkan, Dian terancam kehilangan rumah, akibat perbuatan sang anak.
Dian menuturkan, memiliki harapan, sejak melihat unggahan Gubernur Jawa Barat sejak bulan Oktober 2024 lalu.
"Kayak ada harapan gitu mau dibawa ke sini, inilah satu-satunya harapan kalau bisa dibina jadi anak yang berakhlak bagus," tuturnya.
Dedi Mulyadi mengatakan, anak sang ibu bukan anak remaja, namun orang dewasa.
"Kemarin tuh kejadiannya masih di bawah umur Pak," ungkap Dian.
Karena putus asa, Dian membeberkan, rela bersujud di kaki sang anak agar mau berubah.
"Kalau misalkan dia ngomong 'Bu sujud, aku akan berubah', aku sujud di kaki dia biar dia berubah," jelasnya.
"Tidak cukup dengan sujud karena ini kan sudah faktor kimiawi yang merusak pikirannya dan perlu waktu lama untuk menghilangkan zat-zat adiktif yang ada di pikirannya," pungkas Gubernur Jawa Barat.
Dedi Mulyadi menjelaskan, butuh waktu dan tidak bisa sembarangan.
"Nah Ibu rencana apa kedatangan Ibu ke sini? Apa paling utama tujuannya?" tanyanya.
Dian menyebutkan, ingin menyerahkan anaknya untuk dididik, menjadi anak yang lebih baik lagi dan sikapnya lebih bagus.
Tidak hanya itu, Dian mengungkapkan, minta bantuan untuk persoalan keuangan yang dimilikinya, karena rumah akan disita bank.
"Itu kan sudah ada surat peringatan dari bank. Wanti-wanti kalau sudah dikasih garis palang polisi gak boleh lagi ditinggalin," ungkapnya.
Mendengar cerita Dian, Gubernur Jawa Barat hanya ingin fokus untuk membantu anaknya yang kecanduan mengkonsumsi obat-obatan terlarang.
Editor : Siti Dewi Yanti