RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengungkapkan, acara Pelepasan Calon Taruna Akademi TNI 2025 Panselinda Bandung merupakan peristiwa yang indah.
"Peristiwa yang sangat indah dalam perjalanan hidup Anda di usia di bawah 20 tahun rata-rata," ungkapnya.
Dedi Mulyadi mengungkapkan, calon taruna tersebut merupakan orang-orang yang beruntung.
"Kenapa orang-orang yang beruntung? Tidak semua orang bisa melewati masa-masa sulit itu. Dan bagi saya ini adalah sebuah peristiwa kenangan ketidakberuntungan," ceritanya.
Gubernur Jawa Barat menanyakan tahun Pangdam 3 Siliwangi, Mayjen TNI Dadang Arif Abdurahman masuk akademi militer
"Tahun 88 bisa lulus masuk akademi militer," ucapnya.
Dedi Mulyadi mengatakan, pada tahun 90 tidak lulus masuk akademi militer karena berat badan saya hanya 55 kg dengan tinggi badan 166.
"Kemudian masuk secapa pun tidak lulus. Jadi saya kualitasnya jauh di bawah pepandam dan jauh di bawah calon taron taruna ini," pungkasnya.
Gubernur Jawa Barat menyebutkan, nasib membuat perbedaan.
"Seharusnya saya ini hari ini jadi Danramil paling tinggi atau kalau lagi nasibnya tidak berubah mungkin Babinsa, mungkin saya hari ini sersan kepala lah," ujarnya.
Ternyata, Dedi Mulyadi melanjutkan, hari ini bisa berdampingan dengan jenderal bintang dua.
"Wah, alhamdulillah biasanya teman jenderal lebih sombong dibanding jenderal. Jadi, saya karena teman jenderal jadi lebih sombong," candanya.
Gubernur Jawa Barat juga memberi motivasi bagi calon taruna yang berasal dari keluarga sederhana.
"Kemudian yang berikutnya, bagi mereka yang hidup dari keluarga biasa seperti Pangdam sedih-sedihnya ada, pasti merasakan sebuah memori yang indah perjalanan," tuturnya.
Dedi Mulyadi mengungkapkan, tidak ada yang bisa mengira seseorang bisa melewati masa-masa sulit.
"Kita bisa melewati kehidupan yang berat mengikuti seleksi yang begitu ketat yang mengalahkan, mohon maaf mengalahkan bisa jadi zaman itu Pangdam mengalahkan orang-orang dari keluarga berada.
"Mengalahkan orang-orang dari keluarga perwira bahkan perwira tinggi. Dan semua itu bisa terlewati dengan apa? Ada dua," jabarnya.
Gubernur Jawa Barat menekankan, dua hal tersebut adalah kerja keras dengan doa dan keyakinan.
"Karena doa itu sesungguhnya adalah keyakinan. Untuk itu saya meyakini Anda-Anda semua dalah manusia-manusia terbaik," tandas Dedi Mulyadi.
Editor : Siti Dewi Yanti