RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi belum lama ini mengumpulkan sejumlah pejabat provinsi termasuk salah satunya adalah Kadisdik Jabar, Purwanto.
Dengan Kadisdik Jabar, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi membahas mengenai anggaran pemerintahaan sebelumnya, untuk rehab kelas.
"Anggaran dulu di murni belanja pembangunan rehab kelas berapa?" tanya Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi ke Kadisdik Jabar.
Purwanto lantas menjawab pertanyaan tersebut, ia mengatakan pada periode kepemimpinan sebelum anggaran murni untuk rehab kelas tidak ada sama sekali.
Dalam hal ini, sebelum dirubah oleh Dedi Mulyadi, di Jawa Barat tidak disediakan anggaran pembangunan untuk memperbaiki ruang kelas di sekolah-sekolah yang membutuhkan.
"Belanja ruang kelas baru atau rehab kelas pak Gubernur, di murni nol persen, nol rupiah," ujar Purwanto.
Selain itu, Dedi juga mempertanyakan terkait anggaran yang digunakan untuk pembangunan sekolah baru di Jabar pada periode kepemimpinan sebelumnya.
"Di anggaran murni sebelum saya memimpin rehab kelas tidak ada? Unit sekolah baru tidak ada, USB unit sekolah baru?" tanya lagi Dedi Mulyadi.
Kepada Gubernur Jawa Barat, Kadisdik Jabar lantas mengatakan kalau anggaran untuk pembangunan unit sekolah baru ada sebesar Rp40 miliar yang akan dialokasikan untuk tiga unit.
Mendengar apa yang disampaikan oleh Purwanto, Dedi Mulyadi lantas membuat kesimpulan terkait pembangunan ruang kelas baru di Jabar pada kepemimpinan sebelum dirinya.
Menurutnya, apabila ia tidak merubah anggaran, maka dapat dipastikan di Jawa Barat tidak ada anggaran untuk renovasi ruang kelas, dan pembangunan sekolah baru hanya sebanyak tiga unit saja.
"Jadi, kalau saya waktu itu tidak merubah pergeseran anggaran, maka di Jawa Barat ini tidak ada ruang kelas baru dan sekolah barunya cuma tiga," ujar Dedi Mulyadi.
Di samping itu, Kadisdik Jabar juga menjelaskan kondisi setelah perubahan kebijakan terkait pembangunan sekolah baru di Jawa Barat.
Menurutnya, dari tiga unit untuk periode sebelumnya, kini sudah bertambah menjadi lima belas unit sekolah baru yang dibangun di sejumlah wilayah di Jawa Barat.
Begitu pula untuk rehab ruang kelas yang semula tidak dianggarkan, kini telah ditetapkan kurang lebih sebesar Rp330 miliar untuk memperbaiki ruang kelas di provinsi Jabar.
Data itu membuat Dedi Mulyadi senang, karena dianggapnya ada perubahan yang positif.
Hingga kini, Dedi pun meminta Kadisdik Jabar membangun puluhan sekolah baru di tahun mendatang.