Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan Apresiasi Urban Farming RW Tujuh Bandung yang Ubah Lahan Sempit Jadi Peluang Ekonomi

Eli Kustiyawati • Kamis, 1 Januari 2026 | 11:54 WIB
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan

RADAR BOGOR - Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menilai urban farming di RW Tujuh Kelurahan Suka Asih memberi manfaat ekonomi nyata, dengan pendapatan jutaan rupiah setiap bulan (29/12/2025).

Program pertanian perkotaan tersebut memanfaatkan atap bangunan sebagai area tanam yang dikelola bersama warga di tengah keterbatasan ruang Kota Bandung.

Dilansir dari Jabarprov.go.id, Muhammad Farhan meninjau langsung lokasi urban farming di lantai empat bangunan yang ditanami beragam sayuran menggunakan sistem hidroponik dan organik.

“Ini urban farming dalam arti yang sebenarnya. Dilakukan di tengah Kota Bandung, bahkan di atap rumah, tapi bisa efektif dan menghasilkan,” ujar Farhan.

Inisiatif ini dikelola Bara Hidro milik Kartib Bayu bersama warga RW Tujuh dengan konsep penggabungan pertanian dan pengelolaan lingkungan.

Muhammad Farhan mengapresiasi kreativitas warga yang mampu mengolah keterbatasan lahan menjadi peluang peningkatan ekonomi keluarga.

Menurut Farhan, urban farming membuktikan kegiatan pertanian dapat berkembang di kawasan perkotaan sekaligus memperkuat ketahanan pangan masyarakat.

Dalam penerapannya, kelompok tani menggunakan dua metode tanam, yakni hidroponik dengan nutrisi terukur serta sistem organik tanpa pestisida.

Pupuk organik diproduksi secara mandiri dari sisa makanan dan sampah organik warga sehingga membantu mengurangi volume sampah lingkungan.

Muhammad Farhan mendorong agar konsep tersebut direplikasi di wilayah lain sehingga setiap Rukun Warga memiliki sumber pangan mandiri.

“Kalau ini dikembangkan, setiap Rukun Warga bisa punya urban farming sendiri. Kota lebih hijau, warga lebih mandiri, ekonomi lokal bergerak,” kata Farhan.

Kartib Bayu menjelaskan urban farming ini telah berjalan sejak 2023 dengan sistem terpadu, mulai pembenihan hingga proses pemasaran.

Dalam satu bulan, kelompok tersebut mampu melakukan panen sekitar delapan kali dengan total produksi mencapai kurang lebih 160 kilogram sayuran.

Hasil panen tersebut memberikan pendapatan rata-rata sekitar Rp5 juta hingga Rp6 juta per bulan bagi pengelola dan petani binaan.

Selain meningkatkan ekonomi warga, program ini turut mengurangi sampah organik serta menciptakan lingkungan RW yang lebih bersih dan produktif.***

Editor : Eli Kustiyawati
#urban farming #pertanian perkotaan #wali kota bandung #kota bandung #ekonomi #muhammad farhan