RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengungkap upaya agresif pemerintah provinsi dalam menarik investor asing, khususnya dari China, agar memindahkan basis produksi ke wilayah Jawa Barat.
Salah satu realisasinya adalah rencana pembangunan pabrik manufaktur teknologi di kawasan industri, Karawang.
Dalam pertemuan dengan perwakilan perusahaan, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi memfasilitasi dialog langsung terkait rencana investasi dan strategi penyerapan tenaga kerja lokal.
Perusahaan tersebut menyampaikan, mereka bergerak di sektor manufaktur perangkat perkantoran, seperti printer, mesin absensi, penghancur kertas, dan kalkulator.
Manajemen perusahaan menjelaskan, pembangunan fasilitas produksi di Karawang akan dimulai sekitar Maret setelah Lebaran 2026.
Pada tahap awal, mereka menargetkan perekrutan sekitar 2.000 hingga 3.000 pekerja, dengan sistem prarekrutmen bagi siswa sekolah menengah kejuruan (SMK) maupun lulusan baru di sekitar kawasan industri.
Para calon tenaga kerja tersebut akan lebih dulu mengikuti pelatihan dan magang di fasilitas sementara perusahaan di Bogor, sebelum dipindahkan ke pabrik utama di Karawang setelah konstruksi selesai.
"Nah, yang direkrutnya itu adalah anak-anak angkatan kerja yang masih sekolah dan yang sudah lulus sekolah di sekitar industri, di sekitar kawasan," jelas Dedi Mulyadi.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi bahkan mendorong agar pemerintah daerah dapat berperan aktif menyiapkan ribuan peserta magang dari desa-desa sekitar kawasan industri, termasuk pelajar SMA dan SMK.
Menurutnya, pola tersebut bisa menekan pengangguran sekaligus membantu perusahaan mendapatkan tenaga kerja terlatih sejak awal.
Dalam diskusi lanjutan, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi juga membuka peluang agar induk perusahaan yang saat ini beroperasi di Vietnam dapat mempertimbangkan relokasi sebagian produksinya ke Jawa Barat.
KDM (sapaan Dedi Mulyadi) menilai, langkah itu akan memperkuat posisi Indonesia sebagai basis ekspor ke pasar Amerika Serikat dan Jepang.
Pihak perusahaan mengakui, Vietnam selama ini memiliki biaya logistik lebih murah karena volume ekspor yang tinggi.
Namun, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi berpendapat bahwa jika produksi dipusatkan di Indonesia, skala pengiriman juga bisa meningkat sehingga biaya dapat ditekan.
KDM menegaskan, prioritas pemerintah daerah bukan semata-mata mengejar pajak, melainkan memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi berpandangan, ketika warga memiliki pekerjaan tetap, beban negara terhadap bantuan sosial akan berkurang dan efek berganda terhadap perekonomian lokal akan semakin kuat.
Menurut KDM, industri yang berkembang akan jauh lebih berkelanjutan dibandingkan eksploitasi sumber daya alam.
Kawasan hijau, justru bisa diarahkan sebagai ruang wisata dan rekreasi bagi para pekerja industri.
Dalam kesempatan itu, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi juga menyepakati rencana kerja sama lanjutan antara pemerintah daerah, perusahaan, serta lembaga pendidikan guna memperluas program magang dan pelatihan tenaga kerja.
KDM menyebut, perusahaan tersebut berpotensi menjadi salah satu produsen perlengkapan perkantoran terbesar di Indonesia, bahkan menargetkan posisi puncak di pasar global.
Investasi ini dinilai Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi sebagai bukti meningkatnya minat perusahaan asing menanamkan modal di Jawa Barat, khususnya di Kabupaten Karawang. (*)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim