Aksi yang jelas melanggar aturan itu langsung mendapat perhatian dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Tanpa ragu, KDM (sapaan Dedi Mulyadi) menghentikan mereka dan mengajak berbicara secara langsung.
Dalam dialog tersebut, Dedi Mulyadi menanyakan identitas dan latar belakang anak-anak itu, termasuk asal daerah hingga kelas sekolah mereka.
KDM kemudian menegaskan, tindakan mereka merupakan pelanggaran serius.
Apalagi, dilakukan oleh anak-anak yang belum cukup umur untuk mengendarai kendaraan bermotor.
Dalam penyampaiannya, Dedi Mulyadi menekankan, sekolah seharusnya menjadi tempat belajar tentang kehidupan yang benar, bukan justru diabaikan dengan perilaku berisiko.
Lebih lanjut, KDM juga menyentuh sisi emosional dengan mengingatkan perjuangan orang tua.
Dedi Mulyadi menggambarkan, bagaimana kerasnya pekerjaan orang tua, seperti buruh bangunan, demi memenuhi kebutuhan keluarga termasuk membeli kendaraan.
KDM mempertanyakan, apakah pengorbanan tersebut sepadan jika justru digunakan untuk hal yang membahayakan.
Dalam suasana tegas namun sarat kepedulian, Dedi Mulyadi meminta anak-anak tersebut turun dari kendaraan dan berjanji untuk tidak mengulangi perbuatannya.
"Sumpah dulu tidak akan naik motor lagi," tegas Gubernur Jawa Barat kepada para siswa tersebut.
KDM bahkan mengingatkan, pelanggaran serupa dapat berdampak pada masa depan pendidikan mereka.
Tak berhenti di situ, Dedi Mulyadi juga berencana mengambil langkah lebih luas dengan mendatangi sekolah terkait.
"Nanti saya hari Senin mau ke sekolahnya," tegas Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
KDM ingin memastikan, adanya komitmen dari para orang tua melalui surat pernyataan agar tidak lagi mengizinkan anak-anak mereka mengendarai sepeda motor sebelum waktunya.
Menurut Dedi Mulyadi, pembangunan infrastruktur jalan yang dilakukan pemerintah tidak akan berarti jika masyarakat, khususnya generasi muda, tidak memiliki kesadaran untuk mematuhi aturan dan menjaga keselamatan. (*)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim