Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Program Posyandu Digital Rp20 M Diprotes, Mahasiswa Minta Transparansi DPRD Kabupaten Bogor

A
Penulis: Abilly Muhamad❯
Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalama BMB saat menggelar aksi unjuk rasa di Gedung DPRD Kabupaten Bogor. Foto:Aziz/Radar Bogor.
Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalama BMB saat menggelar aksi unjuk rasa di Gedung DPRD Kabupaten Bogor. Foto:Aziz/Radar Bogor.

Advertisement

RADAR BOGOR - Brigade Mahasiswa Bogor melakukan aksi demonstrasi sebagai bentuk kritik terhadap Pokok Pikiran (Pokir) DPRD yang diwujudkan dalam program Posyandu Digital oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bogor dengan nilai mencapai Rp20 miliar.

Koordinator lapangan aksi mahasiswa di depan Gedung DPRD Kabupaten Bogor, Yuri menilai, program tersebut menimbulkan pertanyaan soal urgensi dan relevansinya, mengingat masih banyak persoalan mendasar di masyarakat.

Ia mengatakan, mahasiswa Bogor menyoroti rendahnya kualitas layanan kesehatan dasar, keterbatasan fasilitas posyandu konvensional, serta minimnya kapasitas kader di lapangan yang dinilai lebih membutuhkan perhatian.

Menurutnya, digitalisasi posyandu terkesan dipaksakan tanpa didukung kebutuhan nyata yang terukur secara menyeluruh.

Selain itu, pihaknya juga mencermati adanya indikasi persoalan dalam tata kelola program, khususnya pada mekanisme pengadaan.

Advertisement

Yuri menyebut muncul dugaan praktik tidak etis, termasuk indikasi adanya vendor yang menerima cashback hingga 50 persen dari nilai proyek.

Jika terbukti benar, hal tersebut dinilai mencederai prinsip transparansi dan akuntabilitas, serta berpotensi menimbulkan penyimpangan anggaran dan konflik kepentingan.

Dari sisi keadilan anggaran, ia menilai alokasi Rp20 miliar untuk program yang belum jelas urgensinya menunjukkan ketimpangan prioritas pembangunan.

Anggaran publik seharusnya difokuskan pada kebutuhan dasar masyarakat, bukan proyek yang berpotensi sarat kepentingan.

Atas dasar itu, Brigade Mahasiswa Bogor menyampaikan sejumlah tuntutan. Mereka meminta Ketua DPRD Kabupaten Bogor memberikan penjelasan terbuka terkait dasar pengajuan pokir dan memastikan tidak adanya konflik kepentingan.

Advertisement
Editor : Rani Puspitasari Sinaga
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar BogorIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Berawal dari Iseng, Suci Sukses Bikin Mie Jebew Jadi Buruan di Jasinga Bogor

Berawal dari Iseng, Suci Sukses Bikin Mie Jebew Jadi Buruan di Jasinga Bogor

Berawal dari iseng dengan modal Rp5 juta, Suci Fitria mengembangkan Mie Jebew SFA Food di Jasinga, Bogor. Simak kisah perjuangannya.

3 Rekomendasi Cafe di Puncak Bogor dengan View Bagus, Cek di Sini

3 Rekomendasi Cafe di Puncak Bogor dengan View Bagus, Cek di Sini

kali ini akan direkomendasikan beberapa cafe di Puncak, Bogor yang menyuguhkan pemandangan menawan

Menteri Ekonomi Kreatif Riefky Mabar Sambelina Bersama Siswa SD di Bojonggede Bogor

Menteri Ekonomi Kreatif Riefky Mabar Sambelina Bersama Siswa SD di Bojonggede Bogor

Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya turut bermain Sambelina bersama siswa SD di Bojonggede Kabupaten Bogor.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer