Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Puluhan Rumah hingga Sekolah Terdampak Banjir di Kaki Gunung Salak Cijeruk Bogor

Septi Nulawam Harahap • Minggu, 16 Maret 2025 | 16:44 WIB
Puluhan rumah dan sejumlah sarana pendidikan terdampak banjir yang terjadi di Kampung Kawungluwuk, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor.
Puluhan rumah dan sejumlah sarana pendidikan terdampak banjir yang terjadi di Kampung Kawungluwuk, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor.

RADAR BOGOR - Puluhan rumah dan sejumlah sarana pendidikan terdampak banjir di kaki Gunung Salak tepatnya di Kampung Kawungluwuk, Desa Cijeruk, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor.

BPBD Kabupaten Bogor mencatat sebanyak 1 rumah mengalami kerusakan dan 20 rumah lainnya terdampak banjir akibat luapan yang terjadi Jumat (14/3/2025) lalu tersebut.

"Karena hujan deras dengan intensitas tinggi di wilayah tersebut, sehingga aliran air drainase permukiman dan persawahan meluap ke jalan dan ke rumah-rumah warga," ujar Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, Adam Hamdani.

Selain berdampak pada total 21 rumah, kata Adam, banjir juga berdampak pada SDN Kawungluwuk. Tembok pembatas area sekolah sepanjang 9 meter ambruk tergerus luapan banjir.

"Meluapnya air dari hulu kali dikarenakan penyempitan saluran atau drainase air yang berdampak pada jalan dan pemukiman warga," jelas Adam.

Sementara itu, Kepala SDN Kawungluwuk, Herni Sumarni menuturkan, bahwa ini merupakan kedua kali bagi sekolahnya terdampak peristiwa banjir serupa.

Meski begitu, banjir yang terakhir terjadi ini jauh lebih besar dibanding kejadian yang sebelumnya.

"Ini kan sampai tembok ambruk. Setelah kejadian ini, kami tetap adakan aktifitas belajar, namun difokuskan di area luar sekolah," jelas Herni.

Pihaknya berharap, pihak-pihak terkait segera melakukan penanganan agar peristiwa banjir serupa tidak kembali terjadi di wilayah tersebut.

"Kami khawatir akan berdampak lebih besar ke sekolah dan membahayakan para murid," keluhnya.

Terpisah, aktivis mahasiswa, Aqsho Bintang menuturkan bahwa peristiwa banjir cukup parah bukan kali ini saja terjadi di kawasan kaki Gunung Salak tersebut.

Sebelumnya, peristiwa serupa juga terjadi pada Mei 2024 lalu.

"Ini lebih parah dari sebelumnya. Kalau hari biasa hujan seperti biasa, sungai meluap bahkan air sudah biasa lewat jalan, tetapi bedanya airnya jernih. Banjir sekarang airnya keruh coklat," ungkapnya.

Warga menduga, banjir ini disebabkan aktivitas pembangunan yang dilakukan sejumlah perusahaan di kawasan kaki Gunung Salak tersebut.

"Memang di atas itu sedang ada pembangunan, jadi bukan hanya Puncak saja yang banjir, di sini pun sama dan perlu perhatian," tegasnya.(cok)

Editor : Eka Rahmawati
#bogor #Cijeruk #gunung salak #banjir