RADAR BOGOR - Saat berkunjung ke areal pembogkaran, Gubernur Dedi Mulyadi sempat bersitegang dengan mantan pekerja Hibisc Puncak Bogor.
Ia menuturkan, dirinya ditagih janji terkait kompensasi.
"Kemaren ada rame-rame, masalah anak muda yang menemui saya. Menagih janji saya untuk berikan kompensasi karena Hibiscnya dibongkar," beber Dedi.
Lebih lanjut, ia menjabarkan, Pemerintah Provinsi menggagas program penanaman pohon agar semua mantan pekerja bisa mendapat kompensasi.
"Nah, saya sudah jelaskan, karena ada program penanaman pohon. Maka untuk menghindari ada sisyirikan saya minta semuanya untuk ikut tanem pohon, walaupun hanya lima pohon, yang penting nanam punya niat baik," ungkap Dedi.
Ia menjelaskan, sejumlah 80 orang telah memperoleh kompensasi karena menanam pohon.
"Dan yang sudah menanam pohon dan sudah mendapat honor dari penanaman pohon, sebanyak 80 orang," jelas Dedi.
Mantan Bupati Purwakarta ini memaparkan, orang-orang yang menemuinya menuntut kompensasi.
"Dan kemudian yang kemaren menemui saya, semuanya ada 42 orang, yang belum mendapat kompensasi," tambahnya.
Dedi berujar, dirinya cukup geram sehingga mantan pekerja Hibisc Puncak Bogor mau menanam pohon.
"Setelah saya sedikit marah, akhirnya mereka bersedia menanam pohon. Satu orang nanam lima pohon, engga banyak. Yang bersedia nanam pohon ada 31 orang," tuturnya.
Pihak pemprov, Dedi menambahkan, sudah menerima data rekening dari pekerja yang menuntut kompensasi.
"Hari ini sudah menyampaikan data rekening ke teman-teman saya di pemprov," bebernya.
Dedi mengatakan, dirinya secara pribadi akan mendukung program menanam pohon.
"Dan saya pun secara pribadi akan memberikan supporting kepada mereka yang mau menanam pohon," ungkapnya.
Dedi mengucapkan, pemprov akan mentransfer dana ke rekening pribadi mantan pekerja.
"Hari ini, teman-teman saya mentransfernya. Mudah-mudahan yang 11 mau menanam pohon ya," sebutnya.
Menurut Dedi, yang akan mendapat manfaat dari Puncak yang rimbun adalah warga Puncak sekitarnya.
"Apa yang saya lakukan sampai mata melotot, bukan untuk diri saya. Yang dapat hikmah dari ribunnya pohon adalah masyarakat Puncak, masyarakat Bogor," pungkasnya.
Editor : Siti Dewi Yanti