RADAR BOGOR - Festival kuluwung atau meriam kembali digelar untuk memeriahkan hari raya Idul Fitri 1446 Hijriah di Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor.
Perayaan festival kuluwung ini dilakukan selama dua hari, yakni Rabu dan Kamis (2-3/4/2025). Menariknya suara demi suara dentuman kayu disambut antusias oleh masyarakat.
Festival kuluwung atau meriam ini ialah ajang adu karbit dari dua desa yang ada di Jonggol, seperti desa Wening Galih dan desa Sukagalih.
Ini juga merupakan sekaligus ajang silaturahmi dan hiburan rakyat, warisan budaya yang setiap tahun digelar.
Panitia Festival Kuluwung sekaligus Kepala Desa Wening Galih, Muhammad Rahmat mengungkap bahwa festival tahun ini diikuti sekitar 11 meriam kayu dengan berbagai jenis ukuran.
Kata dia, ukuran paling besar memiliki panjang 11 meter dengan diameter 3 meter. Sementara ukuran kecil yang panjangnya sampai 2 meter dengan diameter sekitar 1 meter.
"Kalau ukuran kuluwung berpariatif dari mulai panjang 11 meter dengan diameter 3 meter dan paling kecil 2 meter sampai diameter 1 meter. Desa Wening Galih sendiri itu ada 11 kuluwung yang di pamerkan," ujarnya kepada Radar Bogor, Kamis (03/04/2025).
Rahmat menyampaikan, festival kuluwung ini merupakan kearifan lokal warga Bogor khususnya Bogor timur di tiga Kecamatan yakni Jonggol, Sukamakmur, dan Tanjungsari dalam merayakan hari raya Idul Fitri.
"Ini adalah budaya lokal khususnya daerah Jonggol dan Bogor Timur, ngadu kuluwung ini intinya adalah kesepakatan dua desa dari pihak sana dan sini intinya bisa merayakan libur idul Fitri," jelas dia.
Kata Rahmat, adapun acara festival kuluwung ini didukung dengan anggaran dari swadaya masyarakat desa Wening Galih dan desa Sukagalih, serta desa masing-masing. "Dari dana ini sendiri secara swadaya masyarakat sini," tutur dia.
Begitupun, Rahmat menyebut acara festival ini digelar setiap tahun yang akhirnya menjadi tradisi budaya kearifan lokal dari nenek moyang.
"Rutin di tiap tahun acara seperti ini terselenggara khususnya di kecamatan jonggol," pungkasnya. (rp2)
Editor : Alpin.