Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Supir Taksi Puncak Bogor Hadang Mobil Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Minta Cabut Izin Usaha Jasa Transportasi yang Diduga Milik Orang Asing

Siti Dewi Yanti • Kamis, 17 April 2025 | 08:45 WIB
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dihadang sejumlah supir taksi Puncak Bogor
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dihadang sejumlah supir taksi Puncak Bogor

RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi melakukan kunjungan ke sejumlah tempat di Kabupaten dan Kota Bogor.

Saat melintas di area Puncak Bogor, sejumlah supir taksi menghadang rombongan mobil orang nomor 1 di Jabar tersebut.

"Gini Pak, kita kan di sini warga lokal. Supir-supir masyarakat sumber daya sini," ucap salah satu supir taksi.

Rombongan supir ini mengadu terkait video iklan.

"Terus kami merasa dirugikan karena adanya video iklan di medsos dari PT Indogen," ujarnya.
Dedi Mulyadi menanyakan video iklan yang dimaksud.

"PT Indogen, video iklannya apa?" tanyanya.

"Mereka menurunkan harga tidak sesuai dengan kesepakatan harga," jawab salah satu supir

"Menurunkan harga, mereka lebih murah?" ungkap Dedi.

"Betul Pak," tutur supir taksi.

Dedi menanyakan penumpang supir taksi yang ada di Puncak Bogor.

"Lebih murah untuk, yang naik taksinya siapa?" tanya Gubernur Jawa Barat.

"Orang Timur Tengah, orang Saudi, di sini kawasannya," jawab supir taksi beramai-ramai.

Dedi menanyakan aktivitas orang Saudi di Puncak Bogor

"Di sini kawasannya Saudi, orang Saudi ngapain di sini?" tuturnya.

"Kan liburan, tamasya. Kita di sini banyak yang nganggur," sebut para supir taksi.

"Taksi-taksi perorangan sekarang diambil alih PT Indogen dengan biaya yang lebih murah. Turis Arab naik ke PT Indogen.

Salah satu supir menjelaskan, ongkos taksi dibuat menjadi lebih murah.

"Pindah ke PT Indogen. Yang tadinya biasanya Rp500 ribu, mereka semua mengganti ongkosnya dengan Harga Rp350 ribu. Jadi kita keberatan, untuk sewa mobil, bensin," bebernya.

Dedi menanyakan pemilik perusahaan tersebut.

"PT Indogen yang punya orang mana?" tanyanya.

"Yaman, orang Yaman tinggal di sini, cuma di Puncak engga ada kantornya, pengikutnya di sini.

Jadi yang jadi masalah sekarang, Harga ongkos mobil tuh dihancurkan sama dia," jelas supir.

Dedi kembali bertanya soal mobil yang digunakan.

"Taksinya jenisnya apa, pengendaranya orang mana?" tanya Dedi.

"Bermacam-macam jenis kendaraan, sopirnya orang sini. Keinginan kami, PT Indogen ditutup aja, ditiadakan. Dicabut izinnya. Saya minta kebijakan dari Bapak, cabut izinnya. Minta bantuan," papar supir taksi.

"Kita lihat ya, menjual jasa lebih murah," sebut Dedi Mulyadi.

Editor : Siti Dewi Yanti
#dedi mulyadi #puncak bogor #supir taksi #gubernur jawa barat