RADAR BOGOR - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Literasi IPB University menghadirkan inovasi bertajuk Perpustakaan Jalanan (PerJal).
Program KKN Mahasiswa IPB University ini untuk meningkatkan minat baca anak-anak Desa Cibitung Wetan, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor.
Kegiatan KKN mahasiswa IPB University ini berlangsung dalam tiga sesi, yaitu pada 12, 20, dan 26 Juli 2025 lalu di Alun-Alun Desa Cibitung Wetan.
Mengusung konsep ruang baca terbuka, PerJal hadir sebagai upaya mendekatkan buku dan kegiatan edukatif ke tengah masyarakat, khususnya anak-anak desa yang masih memiliki keterbatasan akses literasi.
“Ini bentuk nyata pengabdian kami sebagai mahasiswa. Harapannya, anak-anak bisa mengenal buku tidak hanya lewat sekolah, tapi juga lewat ruang-ruang publik yang ramah dan menyenangkan,” ujar Muhammad Alfiansyah, perwakilan kelompok KKN-T IPB University, Sobat Citan.
Setiap akhir pekan, alun-alun desa disulap menjadi ruang belajar terbuka. Buku-buku bacaan anak, alat kreativitas, hingga alat peraga edukatif dibawa langsung oleh tim Sobat Citan. Tak hanya membaca, anak-anak juga diajak mengikuti aktivitas kreatif tematik.
Di pekan pertama, tema “Daur Ulang dan Literasi” mengajak anak-anak membuat kertas daur ulang dari bahan bekas.
Mereka belajar proses mulai dari merobek kertas hingga mengeringkannya menjadi media gambar.
“Anak-anak sangat antusias. Mereka tak hanya belajar tentang daur ulang, tapi juga menuangkan ide di atas kertas buatan sendiri,” kata Alfiansyah.
Pekan kedua diisi dengan tema “Pahlawan Nasional” lewat sesi dongeng interaktif. Setelah mendengarkan cerita, anak-anak membuat kolase wajah pahlawan menggunakan kertas warna dan alat sederhana.
Sementara di pekan terakhir, kegiatan bertajuk “Toko Bakat” menjadi ajang bagi anak-anak untuk tampil membacakan puisi, menyanyi, hingga memperkenalkan buku favorit di hadapan warga.
Menurut Alfiansyah, PerJal bukan sekadar kegiatan baca buku, tapi ruang aman bagi anak-anak untuk berekspresi, belajar bersama, dan berani tampil di depan umum.
Setiap anggota kelompok KKN pun memiliki peran, mulai dari pendamping anak, penjaga buku, hingga dokumentasi kegiatan.
Ia berharap kegiatan ini bisa menjadi awal tumbuhnya budaya baca yang kuat di desa. “Literasi bukan cuma soal baca tulis, tapi juga membentuk cara berpikir kritis, berkreasi, dan membangun karakter,” tambahnya.
Kelompok Sobat Citan pun mendorong agar program serupa bisa terus dilanjutkan. Mulai dari sekolah, pemerintah desa, atau komunitas setempat setelah KKN IPB University usai.
“Karena gerakan literasi bukan hanya urusan sekolah, tapi tanggung jawab bersama,” tutupnya. (uma)
Editor : Yosep Awaludin