RADAR BOGOR – Forum Masyarakat Bojong Kulur Bersatu (FMBB) membantah tudingan adanya intimidasi, tekanan, maupun kepentingan politik di balik aksi damai yang digelar di Kantor Desa Bojong Kulur, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, 15 September 2025 lalu.
Mereka menegaskan bahwa aksi tersebut merupakan aspirasi murni masyarakat dan dilindungi undang-undang.
Penanggung jawab FMBB, Ahmad Fauzi, mengatakan bahwa isu yang beredar hanyalah fitnah untuk melemahkan perjuangan masyarakat Desa Bojong Kulur.
“Aksi masyarakat murni dilakukan untuk menyuarakan aspirasi di muka umum yang sah dan dilindungi undang-undang,” ujarnya kepada Radar Bogor, Rabu, 1 Oktober 2025.
Ia membantah tuduhan yang menyebut aksi tersebut ditunggangi kepentingan politik, menggunakan preman bayaran, atau dilakukan dengan intimidasi dan menurutnya, narasi seperti itu adalah fitnah.
Fauzi menegaskan, penyampaian aspirasi masyarakat tidak bisa diputarbalikkan dengan tuduhan-tuduhan yang menyesatkan.
Lebih lanjut, ia juga menepis anggapan bahwa rekomendasi penonaktifan Kepala Desa Bojong Kulur keluar karena adanya tekanan.
Ia menjelaskan, BPD tidak pernah merasa ditekan maupun diintimidasi, sebab menyalurkan aspirasi masyarakat merupakan kewajiban mereka.
“Rekomendasi yang dikeluarkan BPD adalah tindak lanjut atas aspirasi masyarakat, sesuai kewenangan berdasarkan aturan perundang-undangan, bukan karena tekanan pihak tertentu,” jelasnya.
Fauzi juga menegaskan bahwa mengabaikan aspirasi masyarakat justru merupakan pelanggaran terhadap tugas dan fungsi BPD. Ia menyebut, tuntutan pemberhentian kepala desa lahir dari keresahan masyarakat karena adanya dugaan banyak pelanggaran.
“Seluruh dokumen dan bukti atas pelanggaran sudah kami persiapkan untuk diserahkan kepada pihak terkait,” tambahnya.
Selain itu, ia menilai tudingan intimidasi publik dalam aksi damai tersebut merupakan tuduhan serius. Karena itu, pihaknya bersama tim advokasi dan hukum akan menempuh langkah hukum baik perdata maupun pidana terhadap pihak-pihak yang menyebarkan fitnah dan narasi sesat.
Di akhir pernyataannya, Ahmad Fauzi mengajak warga Bojong Kulur untuk tetap menjaga kondusivitas.
“Kami mengajak seluruh warga tanpa terkecuali untuk selalu berada dalam barisan perjuangan, tidak terpecah belah, dan tidak mudah tergiring opini sesat yang mencoba melemahkan aspirasi masyarakat,” pungkasnya. (Cr1)
Editor : Eka Rahmawati