RADAR BOGOR– Pemuda bernama Rangga Adikara Sabana, anak anggota Komisi 1 DPRD Kabupaten Bogor, melaporkan dugaan pemukulan yang terjadi di sebuah warung angkringan di Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor.
Kasus pemukulan itu terjadi pada Sabtu malam, 20 September 2025 sekitar pukul 23.30 WIB.
Pemukulan itu dialaminya di warung angkringan Jalan Raya Cileungsi–Jonggol, Kampung Cipicung, Desa Mekarsari, Kecamatan Cileungsi.
Kasus ini sudah dilaporkanny ke Polsek Cileungsi dengan Laporan Polisi Nomor: LP/B/61/X/2025/Polsek Cileungsi/Polres Bogor/Polda Jabar, dugaan tindak pidana penganiayaan.
Kanit Reskrim Polsek Cileungsi, Iptu Ari Badau Dwi Haryanto, membenarkan adanya laporan tersebut.
Dia menjelaskan, kejadian bermula dari laporan warga sekitar yang menganggap warung angkringan tersebut meresahkan.
“Awalnya ada laporan dari warga bahwa warung angkringan itu meresahkan. Bukanya dari sore sampai jam lima pagi, musiknya keras, dan sudah beberapa kali ditegur RT, tapi tidak diindahkan,” ujarnya kepada Radar Bogor, Senin 20 Oktober 2025.
Pada malam kejadian, warga bersama RT, RW, dan aparat lingkungan mendatangi warung tersebut untuk membubarkan aktivitas.
Namun di lokasi, terdapat Rangga yang sedang makan di angkringan bersama teman dan pamannya.
“Saat warga mendatangi warung itu, kebetulan ada anaknya dewan lagi makan di situ. Warga sempat meminta agar pengunjung membubarkan diri. Dua temannya sudah berdiri, tapi anak dewan itu tidak mau pulang, entah apa alasannya,” jelasnya.
Situasi sempat memanas ketika terjadi adu mulut antara warga dan Rangga.
Salah satu pemuda bernama Agun, yang mengenal paman Rangga, berusaha melerai dan mengamankan Rangga agar tidak terjadi pemukulan.
“Kalau soal pemukulan, sampai sekarang belum bisa dipastikan. Menurut keterangan korban, katanya dipukul, tapi belum ada saksi yang melihat langsung. Omnya juga bilang tidak melihat ada pemukulan,” ungkapnya.
Polisi kini masih mendalami laporan tersebut dengan memeriksa sejumlah saksi untuk memastikan kebenaran peristiwa tersebut.
“Kita masih dalam tahap klarifikasi saksi-saksi untuk memastikan apakah benar ada tindak pidana pemukulan atau tidak. Katanya ada video, tapi videonya belum kami terima dari pihak pelapor,” tutur Harry.
Sementara itu, dugaan pelaku dalam laporan disebutkan Namanya, namun pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait keterlibatan yang bersangkutan.
“Langkah kami selanjutnya adalah memanggil dan memeriksa para pihak untuk mengklarifikasi kejadian tersebut,” tutupnya.
Sementara itu, Ayah korban, Rudy Sabana, yang juga merupakan Anggota DPRD Kabupaten Bogor dari Komisi I, turut membenarkan adanya peristiwa tersebut.
“Betul, sedang menunggu tindak lanjut pihak kepolisian,” tuturnya saat dikonfirmasi Radar Bogor.(cr1)
Editor : Alpin.