RADAR BOGOR - Akhir November 2025 membuka lembaran kelam bagi sebagian wilayah Indonesia.
Aceh dan beberapa daerah di wilayah Sumatera kembali dilanda bencana alam, mengingatkan kita akan kekuatan alam yang tak pernah bisa diabaikan.
Hujan deras, tanah longsor, banjir, dan angin kencang bukan lagi sekadar headline, semua adalah realitas yang menuntut kewaspadaan kita bersama.
Bencana yang menimpa Aceh dan Sumatera ini bukan hanya ujian bagi daerah-daerah tersebut, tetapi juga peringatan bagi kota-kota lain yang memiliki karakteristik serupa.
Bogor, kota hujan yang terkenal dengan curah hujannya yang tinggi, termasuk di antaranya.
Sejarah panjang hujan lebat dan bencana di Bogor kerap memicu banjir dan tanah longsor di beberapa wilayah.
Dengan melihat tragedi yang terjadi di Aceh dan Sumatera, Bogor seharusnya mengambil pelajaran serius yakni kesiapsiagaan bukanlah pilihan, melainkan kewajiban.
Peringatan ini juga menjadi refleksi bagi kita sebagai bangsa.
Infrastruktur yang tahan bencana, sistem peringatan dini yang efektif, dan kesadaran masyarakat terhadap risiko bencana adalah kunci untuk meminimalkan dampak kerusakan dan korban jiwa.
Pemerintah daerah dan warga harus bersinergi, menyiapkan rencana evakuasi, memperkuat tanggul, dan menjaga lingkungan agar tetap stabil.
Kita tidak bisa menunda kewaspadaan sampai bencana datang mengetuk pintu kita sendiri.
Aceh dan Sumatera telah memberikan pesan jelas yaitu alam tidak pandang bulu, dan kesiapsiagaan adalah harga mati untuk keselamatan kita.
Baca Juga: Mancing di Aliran Kali Cileungsi Gunung Putri Bogor, Warga Temukan Pria Tanpa Identitas Meninggal
Bogor dan seluruh kota lain di Indonesia memiliki kesempatan untuk belajar, berbenah, dan mengantisipasi.
Mari kita jadikan peringatan ini sebagai momentum untuk memperkuat kesadaran kolektif.
Karena mencegah lebih baik daripada menyesal, dan kesiapsiagaan adalah bentuk cinta kita terhadap sesama dan terhadap tanah air. (*)
Pemimpin Redaksi radarbogor.jawapos.com
Lucky Lukman Nul Hakim
Editor : Siti Dewi Yanti