RADAR BOGOR - Hampir genap satu tahun Jembatan Cijulang di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor terputus setelah diterjang banjir bandang pada Maret 2025 silam.
Sementara Jembatan Rawayan yang dibangun belum dapat menghubungkan wilayah Megamendung dan Cisarua secara optimal.
Kondisi ini dikeluhkan Warga Kampung Cijulang, Desa Kopo, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor. Mereka bahkan sempat mengadakan aksi di jembatan sementara tersebut dan menuntut Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor segera membangun jembatan permanen.
"Jembatan ini dulu bisa dilalui kendaraan mobil dan menjadi akses utama warga, sejak terputus, aktivitas masyarakat jadi terganggu, kami sudah satu tahun terisolir," ujar Iman warga Cijulang, Minggu, 30 November 2025.
Untuk diketahui, Jembatan Rawayan yang dibangun oleh pihak swasta dalam hal ini perusahaan Eiger, hanya dapat dilalui oleh kendaraan roda dua dan pejalan kaki.
Dalam peresmiannya saat itu, Pemkab Bogor berjanji akan segera membangun jembatan permanen untuk mengganti jembatan sementara itu.
Iman menegaskan, warga membutuhkan jembatan permanen yang kokoh agar tidak kembali rusak saat diterjang luapan sungai.
"Kami ingin solusi jangka panjang, bukan jembatan rawayan yang cepat rusak, setiap tahun Sungai Ciliwung meluap, kalau hanya dibangun seadanya, sama saja mengulang masalah," tegasnya.
Sementara itu, Ketua Aliansi Masyarakat Bogor Selatan (AMBS), Muhsin menyatakan, aksi yang dilakukan warga merupakan bentuk kekesalan atas aspirasi yang selama ini belum terwujud terkait dengan pembangunan Jembatan Cijulang.
Pihak-pihak terkait juga belum memberikan kepastian hingga 9 bulan berlalu pasca jembatan tersebut terputus.
Muhsin juga mendesak DPRD Kabupaten Bogor khususnya yang berasal dari dapil 3 untuk turun tangan, sebab berdampak pada banyak warga di dua kecamatan.
"Demi keselamatan dan perekonomian warga, pemerintah harus segera bertindak, jangan sampai terjadi korban atau bencana susulan seperti yang terjadi sekarang di Sumatera," pungkasnya.(cok)
Editor : Eka Rahmawati