RADAR BOGOR - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi bertemu langsung dengan Ki Imang, seorang penggarap lahan negara di kawasan kaki Gunung Salak, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi berdialog dengan Ki Imang, warga Kampung Kebon Kopi yang selama puluhan tahun menggarap lahan negara di wilayah tersebut.
Ya, Ki Imang menjelaskan, dirinya tinggal di Kampung Kebon Kopi, Desa Gunung Bunder, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor.
Meski lahir di Jakarta, ia mengaku memiliki garis keturunan warga Gunung Bunder dan akhirnya kembali menetap serta bekerja di kawasan tersebut sejak sekitar tahun 1970-an.
Sehari-hari, Ki Imang menggantungkan hidup dari berkebun di lahan garapan yang merupakan tanah negara.
Ia menyebut lahan tersebut awalnya berada di bawah pengelolaan Perum Perhutani sebelum kemudian dialihkan menjadi kawasan taman nasional.
Dedi Mulyadi menaruh perhatian pada aktivitas Ki Imang yang menggarap lahan di kawasan kaki Gunung Salak.
Menurut penjelasan Ki Imang, lahan yang digarap termasuk dalam kategori leuweung garapan, sesuai pembagian kawasan hutan dalam kearifan lokal Sunda.
Selain berkebun, Ki Imang juga menjalankan usaha pembibitan tanaman.
Meski pemesanan tidak rutin, ia mengaku sempat menerima pesanan penanaman puluhan pohon di kawasan tersebut sebagai bagian dari upaya penghijauan.
Terbaru, Ki Imang mendapatkan pesanan 50 bibit pohon dari salah satu komunitas untuk ditanam di kawasan Gunung Salak, Kabupaten Bogor. (*)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim