RADAR BOGOR - Suderajat (49), pedagang es gabus asal Kecamatan Bojong Gede, Kabupaten Bogor, memiliki lima anak yang tidak tamat SMA karena keterbatasan biaya.
Diketahui, Suderajat (49) merupakan penjual es gabus di wilayah Jakarta Pusat yang dituding oknum aparat menjual dagangan berbahan spons.
Zaitun (18) putri Suderajat mengatakan, ayahnya itu sudah sejak 15 tahun berjualan es gabus. Biasanya ayahnya berdagang di Kemayoran dan Manggarai di wilayah Jakarta.
Baca Juga: TP PKK Kecamatan Bogor Selatan Dilantik, Dorong Inovasi dan Kolaborasi
Hasil mengais rezeki dari sang ayah setiap harinya hanya mendapatkan Rp100 ribu rupiah, itupun harus menyetor ke pemilik usaha.
"Bapak biasanya pulang bawa Rp100 ribu, itu kasih lagi nyetor bersihnya sekitar Rp50 ribu untuk menghidupi anak 5," ujar Zaitun.
Dengan keterbatasan pendapatan, kata dia, berdampak pada pendidikan anak. Dari kelima anak tak ada yang tamat hingga jenjang pendidikan SMA.
Zaitun menyebut, dirinya harus putus sekolah setelah lulus kelas 9 akibat keterbatasan biaya. "Aku sudah putus sekolah, udah lulus SMP terus ga lanjutin ya karna biaya," ujar dia.
Baca Juga: Jembatan di Jalan Raya Narogong Tlajung Udik Gunung Putri Rusak, Warga Keluhkan Bahaya Kecelakaan
Padahal, dengan keinginan hati Zaitun ingin terus melanjutkan pendidikan hingga ke jenjang yang lebih tinggi. "Mau banget, tapi terhalang biaya," tutur dia.
Tak hanya dirasakan Zaitun, saudaranya juga harus rela putus sekolah karna keterbatasan biaya.
"Yang pertama udah kerja di Pasar. Kedua di pasar, putus sekolah juga udah lulus SMP ga lanjut. Ga ada yang tamat SMA," ungkapnya.
Hingga saat ini, kata Zaitun, di keluarga yang masih mengenyam pendidikan hanya anak ke empat berada di bangku sekolah kelas 1 SD. "Yang kecil doang sekolah baru kelas satu," pungkasnya. (abl)