RADAR BOGOR - Pedagang Kaki Lima (PKL) mulai mengisi akses masuk Pasar Cisarua menjelang bulan Ramadhan 2026, dengan menggunakan bahan kayu mereka mendirikan lapak untuk bisa berjualan di area pasar tersebut.
Padahal, Pemerintah Kabupaten Bogor sudah melakukan penertiban dan penataan pada pertengahan 2025 lalu serta sebanyak 130 lapak dan bangunan liar dibongkar oleh Satpol PP di area Pasar Cisarua.
Selain penataan, penertiban dilakukan lantaran bangunan-bangunan tersebut berdiri di atas saluran drainase, ketika hujan deras, air pun meluap dan membanjiri akses masuk pasar tersebut.
Andrian, warga Cisarua mengaku khawatir dengan munculnya kembali para PKL tersebut.
"Mungkin karena mau puasa, jadi mereka maksa untuk bisa berjualan, tapi kawasan Pasar Cisarua jadi kelihatan semrawut lagi," keluhnya.
Terlebih, kata dia, mobilitas masyarakat jelang memasuki bulan Ramadhan di Pasar Cisarua cukup padat dan dengan munculnya kembali PKL, tidak menutup kemungkinan akan berpotensi kemacetan.
"Kendaraan yang keluar masuk pasar menjadi terganggu karena menjadi sempit," kata Andrian.
Ia berharap ada penindakan dari instansi terkait, termasuk solusi agar para PKL tidak kembali berjualan di tempat yang dilarang di Pasar Cisarua.
"Atau sediakan tempat berjualan buat mereka, tapi bukan di area yang menganggu," sambung Andrian.
Terpisah, Kepala Seksi Trantib Kecamatan Cisarua, Komarudin membenarkan munculnya kembali PKL di akses masuk Pasar Cisarua.
Ia menegaskan akan segera menindak para pedagang tersebut.
"Segera akan kami tindak," ujar Komarudin.(cok)
Editor : Eka Rahmawati