Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

MBG Tetap Jalan Saat Ramadhan, Pengamat Nilai Tak Rasional dan Perlu Dievaluasi Menyeluruh

Muhamad Rifki Fauzan • Rabu, 25 Februari 2026 | 21:01 WIB

Penampakan menu MBG buat siswa selama Ramadhan di Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor.
Penampakan menu MBG buat siswa selama Ramadhan di Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor.

RADAR BOGOR – Distribusi program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bogor selama bulan Ramadan kembali menjadi sorotan.

Banyak orang tua murid menyampaikan ketidakpuasan mereka melalui media sosial, terkait paket menu MBG yang dinilai tidak sesuai dengan ketentuan anggaran.

Pengamat Kebijakan Publik, Yusfitriadi, menilai pelaksanaan MBG selama bulan puasa tidak rasional dan memerlukan evaluasi menyeluruh.

Ia menyoroti empat masalah utama yang terjadi dalam pelaksanaannya. Pertama, efisiensi pelaksanaan MBG di bulan puasa sangat dipertanyakan.

Jika dihitung, program ini bisa menghabiskan sekitar satu triliun rupiah per hari di seluruh Indonesia.

"Artinya, dalam satu bulan bisa mencapai 30 triliun. Kalau bulan puasa MBG tidak dijalankan, potensi penghematan bisa sebesar itu. Tapi faktanya tetap berjalan, rasionalisasinya tidak jelas,” ujarnya kepada Radar Bogor, menyinggung indikasi ketidakefisienan program, Rabu 25 Februari 2026.

Masalah kedua menurutnya adalah kualitas dan jumlah paket MBG yang diberikan.

Ia mencontohkan kasus anaknya siswa SMA yang hanya menerima satu paket per minggu, berisi dua kotak susu Cimory, dua apel, dua telur rebus, dan empat roti seharga Rp2.000 per biji.

“Coba dihitung totalnya jadi berapa, ini jauh dari standar gizi yang ideal,” tambahnya.

Ketiga, Ia menekankan bahwa makanan yang dibagikan bukan makanan bergizi karena tidak dimasak, sehingga kandungan gizinya dipertanyakan.

Masalah terakhir terkait pelaksanaan program di lapangan, di mana banyak paket hanya dibungkus tanpa proses memasak yang memadai.

“Ini menunjukkan bahwa banyak masalah terjadi dalam pelaksanaan, bukan pada konsepnya,” ungkapnya.

Yusfitriadi menegaskan, semua pihak perlu menyuarakan kondisi ini agar pemerintah pusat, termasuk Presiden Prabowo Subianto, dapat mendengar dan mengevaluasi MBG secara menyeluruh.(cr1)

Editor : Alpin.
#Menu MBG #ramadhan #kabupaten bogor