RADAR BOGOR - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menunda pelaksanaan pembangunan hotel asrama haji dan umrah yang akan dijadwalkan tahun 2026 setelah selesainya pembangunan Masjid Raya Nurul Wathon, Cibinong, Kabupaten Bogor.
Sebagai informasi, Pemkab Bogor berencana akan membangun Hotel asrama haji dan umrah pada tahun 2026 setelah membangun Masjid Raya Nurul Wathon di tahun 2025.
Kepala Dinas Perumahan Kawasan dan Pemukiman (DPKP) Kabupaten Bogor, Eko Mujiarto membenarkan pengunduran pembangunan hotel yang pada 2026.
Menurutnya, pembangunan diundur karena sesuai perhitungan proses pembangunan tidak terkejar yang ditargetkan rampung pada tahun 2026.
"Iya betul diundur karena sesuai waktu itu gak kekejar," kata Eko saat dikonfirmasi Radar Bogor. Senin, 30 Maret 2026.
Eko memaparkan, sesuai arahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) jika waktu pelaksanaan terlalu mepet sebaiknya jangan dipaksakan untuk membangun hotel tersebut.
Karena, kata Eko, secara perhitungan dengan proses prosedur lelang yang ada sisa waktu pelaksanaan pembangunan itu hanya 6 bulan dan itupun kalau tidak ada sanggahan pada saat proses lelang.
"Proses prosedur lelang itu sisa waktu pelaksanaan pembangunan itu hanya 6 bulan, itu pun kalau tidak ada sanggahan dan kalau ada sanggahan bisa bertambah lagi waktunya bukan 6 bulan," jelas Eko.
Begitupun, kata Eko, saat proses pembangunan hotel, pihaknya menemui pihak KPK untuk ekspose pembangunan hotel itu.
"Setelah pendampingan terus kemudian dikasih arahan dari KPK dihitung kemarin itu sisa waktu pelaksanaan hanya 6 bulan itu kalau tidak ada sanggahan kalau ada sanggahan bisa nambah lagi," ujarnya.
Menurutnya kalau waktunya 6 bulan dan mepet jangan dipaksakan dan hal itu sesuai dengan arahan KPK, sehingga, kata Eko, pembangunan hotel asrama haji dan umrah yang menelan anggaran sebesar Rp142 miliar tersebut diundur serta direncanakan akan dibangun 2027 mendatang.
"Sesuai dengan arahan KPK jadi tahun depan saja biar masih banyak waktu nanti biar tahun depan kita lelang dini sehingga Januari 2027 bisa ready pelaksanaan," pungkasnya.(abl)
Editor : Eka Rahmawati