Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Kebijakan Efisiensi Anggaran Pemerintah Makan Korban, Dua Hotel di Bogor Ini Tutup Karena Menurunnya Bisnis di Sektor MICE

Fikri Rahmat Utama • Kamis, 27 Maret 2025 | 09:02 WIB
Sahira Butik Hotel Pakuan, salah satu horel di Bogor yang akan berhenti beroperasi.
Sahira Butik Hotel Pakuan, salah satu horel di Bogor yang akan berhenti beroperasi.

RADAR BOGOR - Sahira Butik Hotel Paledang dan Sahira Butik Hotel Pakuan bakal menghentikan operasionalnya mulai 29 Maret 2025.

Kedua hotel di bawah Sahira Hotels Group di Kota Bogor ini ditutup tanpa batas waktu yang ditentukan.

Corporate PR & Marketing Manager Sahira Hotels Group, Citra Wulandary Yunisha mengatakan ini terjadi akibat penurunan bisnis di sektor MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition). Kemudian ditambah dampak efisiensi anggaran pemerintah.

"Sejak adanya efisiensi anggaran pemerintah, bisnis hotel di segmen MICE menurun drastis, terutama dari sisi okupansi dan pendapatan. Penutupan ini menjadi langkah terbaik untuk menekan kerugian perusahaan," katanya kepada Radar Bogor, Rabu (26/3/2025).

Tren penurunan mulai terasa sejak Oktober 2024, dengan okupansi rata-rata di bawah 30% pada kuartal pertama 2025. Hal ini membuat revenue hotel berkurang drastis.

Upaya mempertahankan operasional sudah mereka coba lakukan. Mulai dari pergeseran pasar dari dominasi klien pemerintahan ke korporasi dan acara sosial, penguatan promosi digital, efisiensi biaya, hingga pengurangan jadwal kerja karyawan.

Namun, kondisi tak kunjung membaik hingga akhirnya dua unit hotel tersebut harus ditutup. Tak hanya ke hotel, akibat revenue berkurang karyawan serta UMKM dan pemasok yang bekerja sama dengan mereka juga terkena dampak.

"Efeknya seperti domino. Saat mulai ada guncangan di 2024 kami pikir karena 2024 tahun politik jadi mencoba bertahan. Harapannya melewati 2024 kondisi akan lebih baik tapi ternyata tidak," jelasnya.

Dari total 38 karyawan di dua hotel tersebut, sebagian besar dialihkan ke The Sahira Hotel di Jalan Ahmad Yani.

Beberapa bagian seperti housekeeping dan keamanan tetap bertugas di unit masing-masing untuk perawatan dan pengamanan fasilitas.

Terkait langkah ke depan, pihak Sahira Hotels Group telah berkomunikasi dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) agar masalah mereka bisa tersampaikan kepada pemerintah. Mereka berharap ada kebijakan yang dapat meringankan dampak ini.

"Kami berharap adanya keringanan pajak, bantuan finansial, penyederhanaan regulasi pariwisata, serta penyesuaian kembali kebijakan efisiensi anggaran," harapan.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Bogor, Yuno Abeta Lahay, membenarkan penutupan ini sebagai dampak dari kebijakan efisiensi pemerintah.

Menurutnya, kondisi industri perhotelan di Bogor saat ini memang sangat tertekan. "Parah sih, semalam saja tingkat okupansi hotel di Kota Bogor hanya 16%," ungkapnya.

Yuno menambahkan penutupan Sahira Butik Hotel bersifat sementara karena belum ada kepastian ke depan.

Namun, tren penurunan okupansi yang terus berlanjut membuat banyak hotel di Bogor menghadapi tekanan serupa. (uma)

Editor : Yosep Awaludin
#bogor #hotel #Sahira Butik Hotel Paledang