Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Pasca Berhenti Operasional Sementara, SPPG Tanah Sareal Sukadamai Nyatakan Diri Siap Beroperasi Kembali

Reka Faturachman • Jumat, 16 Mei 2025 | 14:15 WIB
Kondisi terkini Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG Tanah Sareal Sukadamai yang dikelola Yayasan Bina Insani pada Jumat (16/5/2025).
Kondisi terkini Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG Tanah Sareal Sukadamai yang dikelola Yayasan Bina Insani pada Jumat (16/5/2025).

RADAR BOGOR - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG Tanah Sareal menyatakan diri siap beroperasi kembali pasca ditutup sementara pasca adanya dugaan kasus keracunan beberapa waktu lalu.

Ketua Yayasan Bina Insani, Asrul Hidayat mengatakan pihaknya sudah melakukan serangkaian evaluasi terhadap SPPG Tanah Sareal untuk memperbaiki penyelenggaraan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Kami sudah melakukan pembenahan menyeluruh di lokasi SPPG sesuai standarisasi Food Safety. Bahkan mereka berkoordinasi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk membantu mendampingi proses ini," ucapnya, kepada Radar Bogor, Jumat (16/5/2025).

Kemudian pihaknya juga melakukan training untuk memastikan Standar Operasional (SOP) berjalan dan memperkuat kompetensi para pekerja SPPG, sehingga dapat meningkatkan kualitas produksi dan pelayanan.

Mereka juga memperketat pengawasan pada seluruh tahapan proses. Mulai dari pemilihan bahan baku, proses memasak, distribusi makanan ke sekolah-sekolah penerima manfaat hingga pengolahan limbah.

Terakhir, mereka juga melakukan kampanye edukasi kesehatan dengan menempatkan alat peraga di lokasi SPPG dan sekolah-sekolah penerima program MBG.

"Kami sudah mengajukan untuk operasional kembali pada Badan Gizi Nasional (BGN). Karena itu kewenangan BGN. Kami bahkan siap mulai beroperasi lagi pekan depan," ujar Asrul.

Ia mengungkapkan, penutupan operasional sementara SPPG Tanah Sareal Sukadamai sebetulnya berjalan melalui komunikasi dua arah.

Pihaknya sudah mengajukan pengehentian operasional kepada BGN pasca terjadi dugaan kasus keracunan.

Tujuannya untuk memberikan kesempatan evaluasi bagi SPPG tersebut. "Ternyata gayung bersambut, BGN juga mengeluarkan kebijakan yang sama," tutur Asrul.

Insiden dugaan keracunan ini pun disebut Asrul menjadi pembelajaran bagi pihaknya. Meskipun menurut dia SPPG ini telah berpengalaman karena berawal dari kantin sehat yang memproduksi 1.000 porsi makanan per hari.

Bahkan disebutnya sejak beroperasi pada 6 Januari 2025 lalu SPPG ini sudah memproduksi 200 ribu porsi makanan per hari ke 13 sekolah penerima manfaat.

"Kami tidak boleh lengah dan harus disiplin. Karena (soal) makanan tidak boleh ada kesalahan sedikit pun sebab bisa berakibat fatal. Walaupun kami sudah memproduksi 200 ribu porsi, (potensi) kejadian seperti ini masih bisa terjadi," tegasnya. (fat)

Editor : Yosep Awaludin
#Bina Insani #SPPG #Tanah Sareal