Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Punya Banyak Proyek Strategis, Wali Kota Sebut Pembangunan di Bogor Selatan Dikebut Jadi Kawasan Unggulan

Fikri Rahmat Utama • Senin, 26 Mei 2025 | 16:23 WIB
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim saat memimpin apel bersama aparatur wilayah di Kecamatan Bogor Selatan.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim saat memimpin apel bersama aparatur wilayah di Kecamatan Bogor Selatan.

RADAR BOGOR – Pemerintah Kota Bogor, mengebut berbagai program strategis di wilayah Kecamatan Bogor Selatan.

Proyek yang tengah digeber Pemkot Bogor mulai dari pembangunan infrastruktur, penataan kawasan, hingga pengembangan potensi wisata baru.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menegaskan Bogor Selatan memiliki posisi penting sebagai wilayah masa depan kota.

Hal itu disampaikan saat memimpin apel bersama aparatur wilayah di Kecamatan Bogor Selatan, Senin (26/5/2025) pagi.

Ia pun mengajak seluruh aparatur camat, sekcam, hingga lurah untuk aktif menyukseskan pembangunan.

Wilayah ini dinilai menyimpan banyak potensi, dan mimpi besar sehingga harus dimulai dari sekarang. "Butuh kerja bersama untuk mewujudkannya,” ujarnya.

Salah satu proyek prioritas yang tengah dipersiapkan adalah pembangunan jalan Bogor Inner Ring Road (BIRR).

Proyek ini melintasi tujuh kelurahan di Bogor Selatan dan terhubung dengan jalan Regional Ring Road (R3).

“Camat dan lurah harus pastikan penetapan lokasi dan trase-nya. Sinkronkan dengan Dinas PUPR, agar tidak tumpang tindih,” katanya.

Pembangunan BIRR tahap awal akan dimulai dari kawasan Pamoyanan hingga Mulyaharja, melintasi Bogor Nirwana Residence (BNR).

Selain mempercepat mobilitas, jalan ini juga dirancang untuk membuka akses menuju titik-titik potensi wisata.

Salah satu potensi yang tengah disiapkan adalah pemanfaatan lahan eks Pancahapat di Kelurahan Empang.

Lokasi tersebut akan dikembangkan menjadi taman, pusat wisata, pembibitan tanaman (nursery), dan lahan parkir.

“Kita ingin jadikan ini sebagai destinasi baru Kota Bogor. Tahun ini mulai ditata, agar bisa menjadi sumber PAD baru bagi kota,” jelasnya.

Dedie juga menyinggung pentingnya penataan Simpang Ciawi, kawasan perbatasan Kota dan Kabupaten Bogor.

Ke depan, arus kendaraan akan diarahkan agar tak lagi menumpuk di Jalan Raya Tajur setelah R3 tembus ke Kuntum dan terhubung ke Bogor Selatan.

Di sisi lain, Pemkot juga akan menindaklanjuti program dari pemerintah pusat.

Mulai dari Sekolah Rakyat, Dapur SPPG, dan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Soal lingkungan, Dedie menyoroti pentingnya pengurangan sampah dari hulu.

Dia menekankan pembangunan TPS3R sebagai solusi, mengingat Sungai Cisadane yang menjadi sumber air baku PDAM harus tetap bersih.

“Petakan lahan yang bisa dibangun TPS3R, selesaikan dari tingkat RT dan RW. Jangan sampai persoalan sampah dibiarkan menumpuk,” tegasnya.

Beberapa titik rawan bencana juga masuk agenda. Salah satunya longsor di kawasan Batutulis. Saat ini, proses pengadaan lahan masih berjalan.

Sambil menunggu, Dedie membuka opsi pemanfaatan Jalan Saleh Danasasmita untuk akses sementara kendaraan roda dua.

“Kalau kondisi underpass aman, kita buka dulu untuk motor. Tapi harus dipastikan betul,” ucapnya.

Ke depan, jika trase jalan baru sudah selesai dibangun, maka Jalan Saleh Danasasmita akan disulap menjadi taman atau ruang terbuka hijau dengan konsep Leuweung Batutulis.

Sementara itu, penataan Jalan Bondongan dan area Taman Makam Pahlawan juga masuk dalam daftar prioritas.

Termasuk peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan upaya mitigasi bencana di kawasan Bogor Selatan.

Dedie berharap seluruh pembangunan yang telah dirancang bisa terealisasi dalam lima tahun ke depan.

“Kalau semua bisa dimulai dari sekarang, mimpi besar Bogor Selatan untuk jadi kawasan unggulan pasti bisa kita wujudkan,” pungkas Wali Kota Bogor. (uma)

Editor : Alpin.
#kota bogor #bogor selatan #pembangunan infrastruktur