Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Berhasil Produksi Belasan Produk Olahan Talas, Wilayah Pilot Project Program Gerobak Sae Pisan Bakal Jadi Kampung Tematik Baru di Kota Bogor

Reka Faturachman • Jumat, 4 Juli 2025 | 11:20 WIB
Bazar produk olahan talas di RW 2 Kampung Mantarena, Kelurahan Panaragan, Kota Bogor.
Bazar produk olahan talas di RW 2 Kampung Mantarena, Kelurahan Panaragan, Kota Bogor.

RADAR BOGOR - Kampung Mantarena RW 2 Kelurahan Panaragan, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, menggelar bazar kuliner produk talas pada Jumat 4 Juli 2025.

Belasan jenis kudapan lezat berbahan dasar talas dijajakan dalam bazar tersebut.

Di antaranya gado-gado talas, gabin talas, donat dan odading talas, cendol talas, lumpia talas, nugget talas, pisang balut talas, hingga urab talas.

Makanan dan minuman tersebut diproduksi oleh warga setempat. Produk ini merupakan hasil pembinaan dalam pengabdian masyarakat kepada warga, yang diberikan melalui program Gerakan Bogor Bebas Kumuh Strategi Akselerasi Permukiman Indah, Sehat, Aman dan Nyaman (Gerobak Sae Pisan).

Inisiator Program Gerobak Sae Pisan, Juniarti Estiningsih mengatakan, pembinaan produksi produk olahan talas ini merupakan salah satu intervensi yang dilakukan dalam penanganan permukiman kumuh.

"Pembinaan produksi produk olahan talas ini dilakukan melalui kolaborasi kami dengan Universitas Indraprasta PGRI Jakarta (Unindra). Tujuannya menumbuhkan cikal bakal UMKM di wilayah RW 2 Kampung Mantarena," jelasnya mantan Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperumkim)Kota Bogor itu.

Lewat pertumbuhan UMKM yang memproduksi produk olahan talas, diharapkan Esti bisa mendorong wilayah RW 2 Kampung Mantarena ini sebagai Kampung Tematik baru yakni Kampung Tematik Aneka Talas dan menjadi ciri khas Kota Bogor.

Dengan begitu maka ekonomi keluarga warga kampung ini bisa meningkat.

Di samping adanya akselerasi lingkungan yang semakin indah, sehat, dan nyaman.

"Namun kami juga mendorong agar warga konsisten menggelar bazar dan mempromosikannya lebih gencar di media sosial," ucap Esti (sapaan akrabnya).

Rektor Unindra, Prof Sumaryoto menerangkan pembinaan terhadap warga dilakukan melalui pengabdian masyarakat oleh Dosen dan Mahasiswa Unindra.

Dirinya berharap melalui produksi olahan talas yang merupakan ciri khas Bogor bisa memperkuat ketahanan ekonomi warga setempat.

"Harapannya bisa jadi simbiosis mutualistik. Warga bisa mendapat pembinaan, dosen dan mahasiswa kami bisa mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi," ucapnya.

Ada empat dosen Unindra yang secara konsisten memberikan berbagai rangkaian pembinaan kepada warga dalam kurum waktu sembilan bulan terakhir.

Mereka mengajarkan warga mengolah talas menjadi aneka produk olahan hingga memasarkannya dengab baik.

Sekretaris Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperumkim) Kota Bogor, Erwin Gunawan menilai kolaborasi ini dapat meningkatkan taraf ekonomi warga RW 2 Kampung Mantarens.

"Karena biasanya di penukiman kumuh taraf ekonominya rendah. Dengan adanya pembinaan dari Unindra diharapkan warga bisa bangkit taraf kehidupan dan ekonominya," ucap dia. (Fat)

Editor : Alpin.
#kota bogor #olahan talas #umkm