Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

DPRD Kota Bogor Minta Pemkot Segera Bangun Infrastruktur Jalan Alternatif di Batutulis

Reka Faturachman • Rabu, 9 Juli 2025 | 19:44 WIB
Para pekerja sedang melakukan penanganan longsor di Jalan Saleh Danasasmita, Kelurahan Batutulis), Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor.
Para pekerja sedang melakukan penanganan longsor di Jalan Saleh Danasasmita, Kelurahan Batutulis), Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor.

RADAR BOGOR - DPRD Kota Bogor, terus mendorong Pemkot Bogor untuk segera menyelesaikan persoalan longsor di Jalan Saleh Danasasmita (Batutulis).

Wakil Ketua I DPRD Kota Bogor, M. Rusli Prihatevy meminta Dinas PUPR Kota Bogor untuk segera menjalankan skenario perbaikan longsor Batutulis.

Dia mendorong Pemkot Bogor tidak menunggu proyek pembangunan trase baru.

Menurutnya, jika menunggu pengadaan lahan untuk membuat akses baru, maka akses warga akan semakin terbatas dan ini menyebabkan permasalahan yang lain.

Seperti terhambatnya sektor ekonomi, menjadi masalah sosial baru dan terisolasinya wilayah kecamatan Bogor Selatan.

"Belanja tanah kan tidak semerta-merta bisa keluar, harus ada perencanaan. Kondisi Batutulis ini butuh penanganan cepat. Sehingga kami meminta PUPR untuk segera menyiapkan skenario perbaikan," kata Rusli dalam Rapat Badang Anggaran (Banggar) DPRD Kota Bogor, Rabu 9 Juli 2025.

Berdasarkan hasil pemaparan dari Pemkot Bogor, terdapat tiga skenario perbaikan yang bisa dijalankan, salah satunya adalah pembuatan jembatan bailey.

Sehingga Rusli meminta kepada PUPR Kota Bogor untuk segera mengeksekusi program yang sudah disusun di tahun 2025 ini dengan cepat dan tepat.

Sebab, menurut Rusli masyarakat di Kecamatan Bogor Selatan sudah cukup menderita.

Sehingga anggaran Rp20 miliar yang disiapkan berdasarkan studi kelayakan yang telah dilakukan untuk pembangunan jembatan bailey bisa segera dilaksanakan.

"Oleh karena waktu yang betul-betul mepet ini perlu dimaksimalkan dengan baik, mudah-mudahan 2025 ini bisa selesai persoalan batu tulis. Kan kalau hari ini belanja lahan 2025 belum tentu bisa langsung dieksekusi. sehingga jembatan jalan dulu, proses untuk belanja lahan dan sebagainya silahkan itu dilanjutkan nanti untuk 2026-nya," terang Rusli.

Secara paralel, Dinas PUPR Kota Bogor juga didorong untuk bisa menyelesaikan kajian dan studi kelayakan pengadaan lahan dan pembuatan infrastruktur baru.

Hal ini diperkirakan baru bisa terealisasikan di tahun 2026 atau 2027 dengan memakan anggaran Rp50 miliar. Sebab, masih harus menunggu kepastian dari pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Rusli menekankan bahwa penyusunan anggaran dan penyusunan program harus dilandaskan dengan kebutuhan masyarakat dimana kajian bottom-up harus diprioritaskan.

Sebab, jika APBD mengikuti program dinas-dinas yang hanya repetisi dari tahun-tahun sebelumnya, maka kebermanfaatan APBD tidak mungkin bisa dirasakan oleh masyarakat dan membuat pembangunan tidak beres.

"Sudah terlalu lama masyarakat menderita, kita harus bertanggung jawab dan kami DPRD Kota Bogor mengajak Pemkot Bogor untuk bersama-sama mewujudkannya, anggaran untuk masyarakat berapapun jumlahnya akan kami berikan asal permasalahan Batutulis ini bisa beres," tegas Rusli.(fat)

Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post
Playstore Lombok Post
Playstore Lombok Post
Editor : Alpin.
#Dinas PUPR Kota Bogor #dprd kota bogor #pemkot bogor #Jalan Batutulis