RADAR BOGOR – Lingkungan RT 02 RW 03 Kelurahan Sindangrasa, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, kembali menjadi finalis Bogorku Bersih 2025.
Dua program andalan mereka adalah Kelompok Tani Dewasa (KTD) dan bank sampah.
Keduanya menjadi penggerak utama warga untuk menjaga kebersihan dan kemandirian lingkungan.
Ketua RT 02 RW 03, Subagyo Firdaus menyebut KTD sudah berjalan sekitar lima tahun.
“Setiap hari ada kegiatan rutin. Kami menanam kangkung, bayam, dan tomat. Kalau sudah panen, langsung diganti tanaman baru,” ujarnya.
Hasil panen biasanya dikonsumsi warga. Sebagian lagi dijual untuk membeli pupuk dan keperluan lainnya.
Menurut Subagyo, tanaman seperti kangkung bisa dipanen sebulan sekali. Karena itu kegiatan ini terus berjalan tanpa henti.
Program bank sampah juga tak kalah penting. Warga mengelola sendiri dengan sistem tabungan dari hasil memilah sampah rumah tangga.
“Warga bawa sampah ke lokasi bank sampah, ditimbang, lalu nilainya masuk ke buku tabungan,” terang Subagyo.
Warga bisa mencairkan tabungannya kapan saja. Sebagian hasil sampah dijual ke pengepul, sebagian lagi diolah menjadi kerajinan.
Kerajinan itu antara lain tikar, tas, dan sajadah dari bungkus detergen.
Hasil karya warga ini juga sempat ditampilkan dalam ajang penilaian Bogorku Bersih.
Bank sampah di wilayah ini sudah berjalan sekitar empat tahun. Bahkan lebih dulu dari KTD.
“Sekarang sudah nggak ada yang buang sampah ke sungai. Sampah rumah tangga diambil rutin oleh petugas,” katanya.
Selain memilah sampah, warga juga membuat pupuk cair organik dari sisa sayuran. Hasilnya dimanfaatkan untuk kebun KTD.
Subagyo sudah lima tahun menjabat ketua RT. Saat awal menjabat, kondisi lingkungan masih kumuh dan kotor.
“Awalnya bukan karena lomba Bogorku Bersih. Saya memang ingin memperbaiki lingkungan,” tutur Subagyo.
Kini wilayahnya berubah menjadi bersih dan tertata rapi. Warga pun semakin kompak menjaga lingkungan.(*)
Editor : Alpin.