RADAR BOGOR - Pencegahan kasus Human Immunodeficiency Virus (HIV) tengah gencar dilakukan Pemerintah Kota Bogor. Upaya itu dilakukan dengan memperluas layanan deteksi dini.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, dr. Sri Nowo Retno mengatakan langkah itu menjadi penting sebab HIV merupakan penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia.
Kota Bogor disebut Retno memiliki jaringan layanan kesehatan yang cukup memadai dalam penanganan HIV, mulai dari pemeriksaan, hingga penyediaan konseling.
“Konseling ini tersedia di seluruh Puskesmas dan seluruh rumah sakit, kami juga punya layanan pengobatan yang tersedia di seluruh Puskesmas dan 8 rumah sakit,” jelas Retno.
Tidak cukup sampai di situ, Retno memaparkan pihaknya juga saat ini tengah gencar untuk melaksanakan edukasi dan sosialisasi terhadap kelompok rentan HIV.
Sasaran sosialisasi itu yakni para remaja yang masih duduk di bangku sekolah, mereka terkhusus siswa jenjang SMA dilibatkan untuk menjadi duta HIV di sekolah masing-masing.
“Para pelajar berperan sebagai konselor sebaya dan bertugas untuk menyebarluaskan informasi mengenai pencegahan HIV kepada teman-teman mereka di sekolah,” papar Retno
Retno tidak menampik pencegahan kasus HIV memiliki beberapa tantangan, satu di antaranya banyak masyarakat yang kurang sadar akan bahaya dari penyakit tersebut.
Mereka juga kerap mendiskriminasi para pengidap HIV serta kemudahan mengakses konten terlarang tanpa edukasi yang sehat di internet dan kurangnya pengawasan.
Berdasarka data yang dimilikinya, Dinas Kesehatan menemukan 66 warga Kota Bogor menimgidap penyakit HIV dan mayoritas pengidapnya berjenis kelamin laki-laki.
“82 persen kasus HIV ditemukan pada laki-laki, ini lebih tinggi ketimbang mereka yang berjenis kelamin perempuan, totalnya hanya 18 persen saja,” kata Retno kepada Radar Bogor.
Jika dirunut berdasarkan kategori umur, kasus HIV paling banyak ditemukan pada mereka yang masih berusia 25-49 tahun, totalnya ada 61,6 persen. Mereka disebut Retno adalah orang-orang yang tergolong usia produktif.
“Dalam upaya bersama memutus mata rantai penularan HIV dihimbau kepada seluruh warga Kota Bogor untuk dapat menjalani hidup sehat,” pungkasnya.(bay)
Editor : Eka Rahmawati