Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

APBD 2026 Kota Bogor Disahkan di Tengah Pengurangan Transfer Pusat, Ini Sederet Program yang Bakal Dijalankan Tahun Depan

Fikri Rahmat Utama • Sabtu, 29 November 2025 | 20:40 WIB
Rapat paripurna pengesahan APBD 2026.
Rapat paripurna pengesahan APBD 2026.

RADAR BOGOR — DPRD Kota Bogor menyetujui APBD Tahun Anggaran (TA) 2026 dalam rapat paripurna yang digelar Jumat 28 November 2025.

Rapat Paripurna pengesahan APBD tersebut dihadiri Wali Kota Bogor Dedie Rachim, Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin, anggota DPRD, dan forkopimda.

Wali Kota Bogor Dedie Rachim menyampaikan apresiasinya kepada pimpinan dan anggota DPRD atas rampungnya pembahasan Raperda APBD TA 2026 hingga disahkan menjadi Peraturan Daerah.

Ia mengatakan penyusunan APBD 2026 tidak mudah karena kemampuan fiskal daerah tertekan.

Penyusunan Rancangan APBD TA 2026 dihadapkan pada berbagai tantangan, di antaranya pengurangan Transfer Keuangan Daerah (TKD) 2026, serta pengurangan pendapatan dari opsen Pajak Kendaraan Bermotor dan opsen Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor.

"Namun pemerintah tetap berkomitmen menjaga keberlanjutan pembangunan,” kata Dedie Rachim.

Ia menegaskan Pemkot Bogor menerapkan berbagai langkah efisiensi tanpa mengurangi pelayanan publik, termasuk adaptasi Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 tentang efisiensi belanja dan percepatan digitalisasi administrasi.

Sejumlah program prioritas RPJMD Kota Bogor 2025–2029 mulai dijalankan tahun depan, mencakup empat pilar Bogor Cerdas, Bogor Lancar, Bogor Sejahtera, dan Bogor Sehat.

Pada Bogor Cerdas, program mencakup pembangunan ruang kelas baru SDN dan SMPN, beasiswa mahasiswa berprestasi dari keluarga miskin.

Kemudian bantuan pelunasan biaya pendidikan SMP, beasiswa peserta didik SMP swasta, pembangunan lahan Sekolah Rakyat Rancamaya dan kantor terpadu Katulampa, hingga insentif guru ngaji.

Sektor Bogor Lancar memuat pengadaan lahan Jalan R2 dan Jalan Permata, pembangunan Jalan R3 dan Jalan R2.

Revitalisasi Terminal Bubulak tahap II, penyediaan layanan angkutan massal BisKita, serta pembangunan Jembatan Paledang–Pasir Jaya.

Pada pilar Bogor Sejahtera, alokasi anggaran digunakan untuk program padat karya, pelatihan ketenagakerjaan.

Kemudian uji kompetensi calon pekerja, pelatihan kewirausahaan, bantuan pangan, revitalisasi Gedung Kemuning Gading, hingga peningkatan fasilitas rumah potong hewan.

Sementara Bogor Sehat mencakup pelayanan IGD Puskesmas 24 jam, penyediaan alat bantu difabel, makanan tambahan balita gizi buruk, perbaikan rumah tidak layak huni.

Serta rencana pembebasan lahan TPA Galuga, rehabilitasi Stadion Pajajaran tahap II, hingga pembangunan GOM Bogor Barat tahap I.

Dedie berharap APBD 2026 dapat menjadi pendorong percepatan ekonomi Kota Bogor. Ia juga menyebut adanya dukungan anggaran dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk pembangunan SMAN 11, Jalan Saleh Danasasmita, dan Jalan R2.

Ketua DPRD Kota Bogor Dr. Adityawarman Adil menegaskan bahwa APBD 2026 menjadi momentum awal bagi pemerintahan.

Ia memastikan DPRD akan menjalankan fungsi pengawasan dan menjadi mitra strategis Pemkot dalam mewujudkan RPJMD 2025–2029.

“Kami berharap program yang sudah dituangkan dapat menjawab kebutuhan masyarakat dengan pembangunan yang berkelanjutan dan tepat sasaran,” ujar Adit. (uma)

Editor : Yosep Awaludin
#rapat paripurna #dprd kota bogor #apbd