RADAR BOGOR – Penggalangan dana untuk korban banjir di Sumatera yang diinisiasi oleh pendiri Malaka Project, Ferry Irwandi, terus menunjukkan antusiasme besar dari masyarakat.
Hanya dalam 24 jam, donasi yang terkumpul melalui platform KitaBisa mencapai Rp10.374.064.800 dari 87.605 penyumbang, sebagaimana disampaikan Ferry Irwandi melalui akun Instagram pribadinya, @irwandiferry.
Respons publik yang begitu besar terhadap peggalangan dana oleh Ferry Irwandi ini tidak hanya mencerminkan tingginya solidaritas masyarakat, tetapi juga mengirimkan pesan sosial politik yang lebih dalam.
Akademisi Universitas Ibn Khaldun Bogor sekaligus kandidat Doktor Komunikasi Politik Universitas Padjadjaran, Yama Sumbodo, menilai fenomena tersebut sebagai sinyal semakin merosotnya kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.
“Langkah yang dilakukan Ferry Irwandi mencerminkan semakin dalamnya krisis kepercayaan publik terhadap pemerintah. Ketika warga merasa suara dan aspirasinya tidak lagi direspons secara adil, tindakan simbolik seperti ini muncul sebagai bentuk protes moral,” ujarnya kepada Radar Bogor, Senin 8 Desember 2025.
Ia menambahkan bahwa pemerintah perlu segera memperbaiki transparansi, konsistensi kebijakan, dan pola komunikasi publik agar kepercayaan yang memudar tidak berkembang menjadi ketidakstabilan politik yang lebih serius.
Menurutnya, komunikasi yang defensif, penuh gimmick, atau menutupi persoalan hanya akan memperbesar kekecewaan publik serta menggerus legitimasi pemerintah.
Yama mendorong pemerintah kembali pada prinsip transparansi, konsistensi, dan empati untuk memulihkan kepercayaan masyarakat, terlebih di tengah berbagai persoalan yang membutuhkan respons cepat dan jujur.
Selain itu, Yama juga menyoroti komunikasi publik pemerintah yang dinilai tidak efektif dan terlalu berfokus pada pencitraan.
“Buruknya komunikasi publik justru semakin menjatuhkan kepercayaan masyarakat. Publik kini semakin kritis dan mudah menilai ketidaksinkronan antara kata dan tindakan,” pungkasnya. (cr1)
Editor : Yosep Awaludin