RADAR BOGOR - Pengembangan Terminal Bubulak menjadi Kawasan Transit Oriented Deevelopment (TOD) memasuki babak baru. Pemerintah mulai menghitung nilai investasinya.
Wali Kota Bogor, Dedie Rachim mengatakan penghitungan nilai investasi pengembangan Terminal Bubulak menjadi sangat krusial. Sebab pihaknya juga akan menggandeng pihak ketiga.
"Iya kami menghitung dulu berapa nilai investasinya, kemudian nanti menyerahkan kepada pihak ketiga," jelas Dedie pada awak media soal Terminal Bubulak.
Dedie menerangkan pengambangan Kawasan TOD merupakan proyek jangka panjang. Semua aspeknya mesti diperhitungkan dengan matang dan maksimal.
"Kami harus lihat secara menyeluruh rencana sampai dengan 2030. Kami juga masih terus mematangkan konsep gambarannya," terang Dedie
Beberapa konsep infrastrukturnya turut dibocorkan. Di Kawasan Terminal Bubulak akan dibangun hotel, kemudian park and right.
Dengan konsep seperti itu, diharapkan mampu mendongkrak roda perekonomian di wilayah Barat. Bahkan Terminal Bubulak bisa menjadi Hubnya IPB University.
"Mobil bisa disimpan di sini kemudian mereka naik kendaraan angkutan listrik ke sana (IPB). Ini dalam proses perencanaan masih butuh pematangan," beber Dedie.
Diinformasikan sebelumnya, pengerjaan proyek TOD Terminal Bubulak sendiri ditargetkan akan dimulai tahun 2028 mendatang.
Tahun 2027, Pemerintah akan menjajaki pihak swasata untuk menjalin kerja sama. Termasuk pengkajian Fisibility Study (FS).
"Jadi ya paling memungkinkan di tahun 2027 atau 2028 lah kita mulai,” kata Kepala Bapperida Kota Bogor Rudy Mashudi.
Rudy enggan berkomentar banyak terkait kisaran anggaran dari rencana tersebut. Ia hanya memastikan ini memerlukan uang yang tidak sedikit.
“Karena kalau anggarannya kan kita harus melihat dulu dari DED atau FS nya. Setelah itu baru kita bisa menghitung jumlah anggaran yang dibutuhkan," pungkasnya.
Untuk diketahui, Terminal Bubulak sendiri baru selesai direvitalisasi tahap satu. Nilai anggaran yang telah digelontorkan yakni sebesar Rp11,2 miliar.
Revitalisasi meliputi betonisasi jalan yang hancur, saluran irigasi atau drainase, sampai dengan toilet.
Langkah serupa juga akan Kembali dilakukan pada tahun 2026. Revitalisasi memasuki tahapan kedua dengan nilai anggaran Rp6,3 miliar.
Pada tahapan ini Pemerintah akan membangun kantor pelayanan. Kemudian perbaikan musala atau masjid, hingga pengelolaan sampah di Terminal Bubulak. (bay)
Editor : Yosep Awaludin