Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Takziah ke Rumah Duka, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Beri Bantuan untuk Keluarga Korban Tertimbun Longsor di Bondongan Kota Bogor

Muhamad Rifki Fauzan • Jumat, 30 Januari 2026 | 21:20 WIB
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi bertakziah ke rumah duka korban longsor di Kelurahan Bondongan, Kota Bogor, Jumat 30 Januari 2026.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi bertakziah ke rumah duka korban longsor di Kelurahan Bondongan, Kota Bogor, Jumat 30 Januari 2026.

RADAR BOGOR - Korban tertimbun longsor di Kelurahan Bondongan, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, mendapat simpatik dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Dedi Mulyadi ikut bertakziah ke rumah duka di Kelurahan Bondongan, Jumat 30 Januari 2026.

Gubernur Dedi Mulyadi yang akrab disapa KDM itu datang tanpa informasi seperti pejabat pada umunya. Bahkan pihak kecamatan pun cukup terkejut mendengar kedatangannya.

Camat Bogor Selatan Harry Cahyadi mengatakan KDM datang tanpa adanya protokol apapun. Kehadiran orang nomor satu di Jawa Barat itu disebutnya amat mendadak.

“Iya benar tadi ada (KDM) dadakan dia, tanpa ada protokol. Tadi pa Gubernur datang sekitar jam 16.00 WIB. Kebetulan saya dan bu Lurah lagi di wilayah,” kata Harry pada Radar Bogor.

Hary menuturkan KDM datang tanpa tangan kosong. Ia turut memberikan bantuan untuk keluarga korban yang tertimpa longsor malam tadi.

“Iya dia memberi bantuan untuk keluarga yang terdampak longsor semalam di Bondongan. Bantuannya berupa uang cash,” ucap Hary saat dikonfirmasi lebih lanjut.

Namun Hary enggan berkomentar banyak terkait nominal yang diberikan. Ia mengaku bersyukur sebab warganya mendapat perhatian langsung dari Pemprov Jabar.

KDM juga tampak bersosialisasi dengan warga sekitar. Ia disambut riang oleh warga Bondongan. Tak sedikit diantara mereka yang berswa foto.

Tak hanya KDM, sejumlah pejabat lain juga sempat bertakziah ke rumah duka korban tertimbun longsor. Salah satunya Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin.

Jenal datang bersama dengan unsur pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Bogor, Kamis 29 Januari 2026 malam.

Ia pun memberikan jaminan Huntara terhadap keluarga korban.

“Sementara untuk rumah yang ditempati kondisinya sangat menghawatirkan kita berikan hunian sementara,” jelas Jenal saat ditemui di rumah duka.

Jenal menegaskan korban sebelumnya sempat dilarikan ke rumah sakit swasta yang ada di Kecamatan Bogor Selatan. Ia pun memastikan seluruh prosesnya tercover BPJS.

“Tadi kami juga sempat ke rumah sakit memastikan biaya pengobatan dan pengurusan sudah dicover oleh BPJS atau oleh pemerintah,” ucap Jenal.

Korban disebut Jenal tidak meninggal saat tertimbun. Ia sempat terselamatkan sehingga dilarikan ke rumah sakit terlebih dahulu. Namun tuhan berkata lain.

“Sempat terselamatkan dan dilarikan ke rumah sakit dia masih bisa bernafas cuman tuhan berkehendak lain almarhum akhirnya wafat di RS Melania,” terang Jenal.

Korban diketahui tertimpa longsoran ketika berada di sekitar rumah. Saat kejadian, korban sedang keluar untuk mengangkat jemuran sekaligus membereskan warung.

Di lokasi, Jenal meninjau langsung titik longsor. Tembok Penahan Tanah (TPT) yang longsor disebutnya memiliki ketinggian tiga meter. Materialnya menutup jalan setapak.

Jenal menghimbau kepada seluruh warga Kota Bogor agar selalu waspada. Apalagi belakangan ini daerah teritorialnya kerap diterjang oleh cuaca yang dinilai esktream.

“Kami berpesan waspada yang cukup ekstrim dibeberapa minggu ini tentu kita semua harus waspada dan saling mengingatkan semoga tidak ada korban jiwa lagi,” pungkasnya.(bay)

Editor : Alpin.
#dedi mulyadi #Kelurahan Bondongan #gubernur jawa barat #korban longsor