RADAR BOGOR - Wali Kota Bogor, Dedie Rachim mengusulkan penguatan fungsi angkutan logistik berbasis kereta api di wilayahnya.
Dedie Rachim mendorong, agar Stasiun Sukaresmi dikembangkan sebagai pusat distribusi hasil pertanian dan produk agribisnis melalui jalur rel.
Wali Kota Bogor mengungkapkan, dalam pertemuannya dengan Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI), ia menyampaikan, saat ini layanan kereta api lebih banyak berfokus pada angkutan penumpang.
Sementara itu, sektor logistik dinilai belum mendapatkan perhatian optimal.
Terutama, bagi pedagang kecil maupun pelaku usaha yang sebelumnya memanfaatkan kereta untuk membawa barang dagangan.
Menurut Dedie Rachim, modernisasi stasiun yang semakin tertata dan steril membuat akses pengangkutan barang dalam jumlah besar menjadi lebih terbatas.
Padahal, distribusi produk pertanian memerlukan perlakuan khusus yang berbeda dari angkutan penumpang.
Dedie Rachim menyebutkan, Pemerintah Kota Bogor telah menyiapkan lahan seluas sekitar 1,6 hektare di kawasan Sukaresmi untuk mendukung pengembangan stasiun logistik.
Wali Kota Bogor juga menilai, kesiapan sarana kereta logistik yang telah diproduksi dan diuji coba di sejumlah daerah seperti Banten dan Surabaya, dapat dimanfaatkan untuk wilayah Jawa Barat, dengan Kota Bogor sebagai lokasi yang strategis.
Lebih lanjut Dedie Rachim mengatakan, Kota Bogor memiliki potensi besar sebagai daerah penyangga produksi pangan untuk Jakarta dan sekitarnya.
"Nah, untuk Jawa Barat saya pikir Kota Bogor cocok," jelas Dedie Rachim kepada Radar Bogor di Graha Pena.
Oleh karena itu, pengiriman hasil bumi melalui moda kereta dinilai lebih efisien dan dapat mengurangi ketergantungan pada distribusi via jalan raya.
Wali Kota Bogor, Dedie Rachim berharap, inisiatif ini dapat menjadi terobosan dalam memperkuat sistem logistik regional sekaligus mendukung ketahanan pangan berbasis transportasi massal yang lebih ramah lingkungan. (*)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim