RADAR BOGOR - Perluasan layanan TransJakarta hingga ke Kota Bogor, ditegaskan Wali Kota Bogor, Dedie Rachim menjadi salah satu langkah konkret untuk menekan penggunaan kendaraan pribadi menuju Ibu Kota.
Dedie Rachim menilai, kolaborasi antar daerah menjadi kunci mengatasi kemacetan Jakarta dan kawasan penyangga.
Dalam pertemuannya dengan Gubernur Jakarta Pramono Anung, Dedie Rachim menyampaikan, kekhawatiran terkait tingginya mobilitas warga Bogor yang setiap hari membawa kendaraan pribadi ke Jakarta.
Kondisi tersebut dinilai, turut berkontribusi terhadap kepadatan lalu lintas di Ibu Kota.
Menanggapi hal itu, menurut Dedie Rachim, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kemudian memperpanjang layanan TransJakarta hingga ke Bogor dengan skema subsidi dari Pemprov Jakarta.
Saat awal peluncuran, kata Dedie Rachim, sebanyak 16 armada dioperasikan untuk melayani rute tersebut.
Seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat, jelas Dedie Rachim, jumlah armada kini bertambah menjadi sekitar 24 hingga 26 unit.
Dedie Rachim menilai, tingginya permintaan penumpang menjadi bukti bahwa masyarakat bersedia beralih ke transportasi umum apabila layanan yang tersedia nyaman, terjangkau, dan didukung subsidi pemerintah.
Dedie Rachim mengusulkan, penambahan rute baru, seperti dari Ciawi menuju Semanggi atau dari Bubulak ke kawasan Sudirman.
Lebih lanjut Dedie Rachim mengatakan, pengembangan konektivitas ini penting agar tidak seluruh warga mengandalkan kendaraan pribadi untuk beraktivitas di Jakarta.
"Orang tuh enggak akan selamanya mau bawa mobil sendiri kok," ucap Wali Kota Bogor, Dedie Rachim kepada Radar Bogor.
Dedie Rachim menegaskan, penyediaan transportasi publik yang memadai dapat menjadi solusi efektif mengurangi kemacetan sekaligus meningkatkan efisiensi mobilitas warga di kawasan Bogor dan Jakarta. (*)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim