RADAR BOGOR – Menyambut Ramadhan 1447 Hijriah, Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid At-Taqwa, Cimanggu Wates, Kota Bogor, menyiapkan rangkaian kegiatan ibadah dan sosial.
Program yang disiapkan meliputi buka puasa bersama, kultum harian, kuliah Subuh, hingga bazar UMKM untuk menggerakkan ekonomi warga sekitar.
Ketua DKM Masjid At-Taqwa, Drs. Ustadz H. Rosyidi, mengatakan persiapan Ramadan tahun ini dilakukan lebih matang seiring meningkatnya aktivitas keagamaan dalam beberapa bulan terakhir.
Ia menilai, antusiasme jamaah menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap masjid terus tumbuh.
“Alhamdulillah, beberapa bulan ini kegiatan meningkat. Untuk imam salat Subuh, Magrib, dan Isya kami menghadirkan dari luar. Perkembangannya sangat terasa dan jamaah semakin antusias,” ujarnya kepada Radar Bogor, Jumat 13 Februari 2026.
Menurutnya, peningkatan kualitas ibadah berjamaah juga ditopang oleh rutinnya kuliah Subuh yang kini digelar secara konsisten.
Program tersebut menghadirkan penceramah dari luar lingkungan masjid sehingga materi yang disampaikan lebih variatif dan memperkaya wawasan keislaman masyarakat.
Rosyidi menambahkan, selama Ramadan pihaknya telah menjadwalkan pengisi kultum secara rapi.
Jika sebelumnya pengurus kerap kesulitan mencari penceramah, kini jadwal sudah tersusun jauh hari dengan melibatkan santri dan ustaz dari berbagai pesantren.
“Dulu kadang kami kesulitan mencari pengisi. Sekarang alhamdulillah sudah terjadwal dari pesantren, sehingga jamaah bisa mendapatkan materi yang berkesinambungan,” jelasnya.
Selain penguatan kegiatan ibadah, Masjid At-Taqwa juga kembali menegaskan perannya sebagai masjid transit bagi para musafir.
Area basement yang cukup luas disiapkan sebagai tempat istirahat sekaligus lokasi buka puasa bagi jamaah yang sedang dalam perjalanan melintasi Kota Bogor.
“Masjid ini memang kami siapkan untuk memuliakan musafir. Basement bisa digunakan untuk istirahat maupun buka puasa. Alhamdulillah, status sebagai masjid transit sudah mendapat penilaian positif dari Kementerian Agama Kota Bogor selama dua tahun berturut-turut,” kata Rosyidi.
Sementara itu, Penasihat DKM Masjid At-Taqwa, Dr. Muhammad Asmi, menambahkan kegiatan Ramadan tahun ini juga difokuskan pada pemberdayaan masyarakat melalui Bazar Ramadan.
Kegiatan tersebut akan melibatkan warga Cimanggu Wates, kalangan muda, mahasiswa, serta pelaku UMKM lokal.
Menurut Asmi, panitia sengaja menetapkan biaya sewa lapak sangat terjangkau agar pelaku usaha kecil dapat berpartisipasi.
Bahkan, satu lapak diperbolehkan diisi dua pedagang untuk menekan biaya.
“Kami ingin bazar ini benar-benar membantu UMKM. Biayanya hanya sekitar Rp50 ribu sampai Rp60 ribu per tempat, jauh lebih murah dibanding tempat lain yang bisa mencapai ratusan ribu,” ungkapnya.
Tak hanya itu, sepanjang Ramadan masjid juga akan menggelar kuliah Subuh harian, tazkirah, serta program iftar bersama jamaah.
Memasuki pekan terakhir Ramadan, DKM menyiapkan penyaluran zakat fitrah dan santunan bagi anak yatim, lansia, serta fakir miskin di lingkungan sekitar.
Di sisi lain, pengurus masjid saat ini juga tengah menggalang dukungan untuk pengembangan fasilitas.
Prioritas tahun 2026 adalah pembebasan lahan di samping masjid yang direncanakan menjadi area parkir guna meningkatkan kenyamanan jamaah.
“Kami membuka kesempatan wakaf atau infak untuk pembelian lahan parkir. Nilainya Rp350 ribu per kavling dan kami diberi waktu hingga akhir 2026 untuk melunasinya,” terang Asmi.
Ia berharap masyarakat, perusahaan melalui program CSR, maupun donatur pribadi dapat berpartisipasi dalam pengembangan masjid. Dukungan tersebut dinilai penting agar Masjid At-Taqwa semakin optimal dalam melayani umat.
Asmi menegaskan, kepengurusan DKM yang baru berjalan sekitar enam bulan ini berfokus pada pemulihan integritas dan penguatan kepercayaan masyarakat terhadap masjid.
Salah satu program yang telah terlaksana adalah pelatihan fardu kifayah bekerja sama dengan MUI dan Kementerian Agama yang diikuti lebih dari 200 peserta.
“Tujuan besar kami adalah memakmurkan masjid dan menjadikannya pusat ibadah, dakwah, sekaligus pelayanan umat di wilayah Cimanggu Wates,” tandasnya.
Secara historis, Masjid At-Taqwa merupakan buah swadaya masyarakat Kampung Cimanggu Wates yang telah dirintis sejak awal tahun 2000-an.
Pada masa itu, warga setempat belum memiliki masjid representatif sehingga kegiatan ibadah masih terbatas dan tersebar di beberapa tempat.
Momentum pembangunan masjid menguat pada 2010 setelah pemilik tanah mewakafkan sebidang lahan untuk kepentingan umat.
Berbekal dukungan para sesepuh kampung dan partisipasi masyarakat, pembangunan masjid kemudian dimulai dari nol hingga berdiri bangunan yang ada saat ini.
Dari sisi arsitektur, masjid ini mengusung inspirasi gaya Timur Tengah bernuansa Dubai.
Bangunan masjid kini terdiri dari tiga lantai dengan luas sekitar 700 meter persegi, termasuk area basement yang difungsikan sebagai ruang serbaguna, tempat ibadah perempuan, serta area istirahat jamaah.
Masjid At-Taqwa dirancang tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat dakwah dan pelayanan umat bagi masyarakat sekitar maupun para musafir yang melintas di wilayah tersebut. (uma)
Editor : Alpin.