Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Tak Puas Raih Nindya, Kota Bogor Gaspol Kejar Predikat Utama Kota Layak Anak 2026

Fikri Rahmat Utama • Jumat, 27 Februari 2026 | 13:20 WIB

Pelantikan Forum Anak Kota Bogor dan Kick off Kota Layak Anak Kota Bogor 2026.
Pelantikan Forum Anak Kota Bogor dan Kick off Kota Layak Anak Kota Bogor 2026.

RADAR BOGOR – Pemkot Bogor resmi memulai tahapan penilaian Kota Layak Anak (KLA) 2026 melalui kick off meeting yang digelar di Paseban Sri Baduga, Kompleks Balaikota Bogor, Jumat 27 Februari 2026.

Setelah tiga tahun berturut-turut meraih predikat Nindya, tahun ini Kota Bogor menargetkan naik level ke predikat tertinggi, yakni Utama Kota Layak Anak.

Kepala DP3A Kota Bogor, Rakhmawati, mengatakan kick off tersebut menandai dimulainya proses pengisian data indikator Kota Layak Anak yang akan berlangsung hingga April 2026. Indikator ini menjadi bagian penting dari penilaian KLA.

“Sebagai informasi, Kota Bogor sudah tiga tahun berturut-turut mendapatkan predikat Nindya. Di Jawa Barat sendiri hanya ada empat kota yang meraih Nindya. Tentu target kita selanjutnya adalah Predikat Utama,” ujarnya.

Menurut dia, setelah proses pengisian data selesai, tahapan berikutnya adalah evaluasi oleh tim penilai tingkat Provinsi Jawa Barat dan pemerintah pusat. Pengumuman hasil penilaian biasanya dilakukan pada Oktober.

Rakhmawati menegaskan, perwujudan Kota Layak Anak bukan hanya menjadi tanggung jawab DP3A, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan di Kota Bogor.

Karena itu, kick off turut dihadiri 119 instansi dan organisasi yang berkaitan dengan pemenuhan hak dan perlindungan anak.

“Semua elemen harus berperan aktif, mulai dari pemerintah, swasta, sekolah, hingga aparat wilayah,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Bogor, Denny Mulyadi, menekankan pentingnya percepatan dan ketepatan pengisian data dalam aplikasi Sistem Informasi Kota Layak Anak Bogor (SIKLABO). Ia mengingatkan seluruh perangkat daerah agar mempercepat proses input data.

“Saya minta semua instansi mengoptimalkan pengisian di aplikasi SIKLABO. Jangan sampai ada yang belum mengisi atau datanya belum lengkap,” tegasnya.

Denny menyebut, dalam penilaian Kota Layak Anak terdapat lima klaster utama yang menjadi indikator, yakni klaster hak sipil dan kebebasan lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif.

Kemudian kesehatan dasar dan kesejahteraan, pendidikan, pemanfaatan waktu luang dan kegiatan budaya; serta perlindungan khusus.

Ia juga memaparkan riwayat capaian Kota Bogor dalam KLA. Sejak 2017, Kota Bogor meraih predikat Pratama, kemudian meningkat menjadi Madya pada periode 2018–2021, dan naik lagi ke Nindya pada periode 2022–2025.

“Ini pencapaian luar biasa. Tapi sesuai target RPJMD, tahun 2026 Kota Bogor harus meraih Predikat Utama,” katanya.

Saat ini, proses pengisian data baru dimulai dan ditargetkan rampung sepenuhnya pada Maret.

Dengan akselerasi lintas sektor tersebut, Pemkot Bogor optimistis mampu memenuhi seluruh indikator penilaian.

"Kita harus optimis dan berusaha untuk membawa Kota Bogor naik kelas menjadi Kota Layak Anak dengan predikat Utama pada 2026," jelasnya. (uma)

Editor : Yosep Awaludin
#kota bogor #kota layak anak #pemkot bogor