RADAR BOGOR - Distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG) selama Ramadhan menuai sorotan, sejumlah pihak menilai menu yang disajikan tidak sesuai dengan porsi anggaran yang diberikan.
Kondisi ini membuat pengelola SPPG memutar otak, seperti yang dilakukan SPPG Batutulis Kota Bogor yang memasok kepada 2 ribu penerima manfaat.
Legal SPPG Batutulis, Agus Murianto mengatakan kualitas menu MBG tidak bisa dilihat dari kuantitas makanan yang disajikan pada tiap paketnya.
“Jadi menu itu tidak bisa diukur hanya dengan besar atau kecilnya, sekarang kalau roti itu besar, tapi kemudian keras, ada bahan pengawet kami tidak mau,” ujar Agus Murianto.
Pihaknya mengklaim di SPPG-nya lebih mengedapankan kualitas menu MBG misalnya roti yang dibagikan selama Ramadhan tidak mengandung bahan pengawet.
“Misalnya rotinya bukan roti awetan, keliatannya memang kecil tapi nilai gizinya tanpa bahan pengawet,” jelas Agus.
Contoh lain adalah kurma, menurut Agus buah kurma ada beragam jenis, mulai dari yang kecil hingga yang besar dan pihaknya lagi-lagi mengutamakan kualitas.
“Kami cari kurma premium, tapi mata awam kan itu hanya melihat sekedar kurma, misal kurma kami itu gede gede kelas premium boleh dicek,” terang Agus, Senin, 2 Maret 2026.
Pihaknya juga rutin mengecek menu MBG sebelum disitribusikan, bahkan SPPG Batutulis tidak menggunakan skema rafel saat mendistibusi ke penerima manfaat.
“Setiap hari, kami setiap hari, iya kan ada yang rafel tiga hari sekali kami tiap hari rutin dan itu makanan fresh semua,” ujar Agus saat dikonfirmasi lebih lanjut.
Agus turut membuka kolom aduan bagi penerima manfaat yang hendak mengkritik tetapi Namun menu yang diminta tetap dikooridinasikan denhan Ahli Gizinya.
“Kalau masalah gizi yang tau kan ahli gizi, terkadang orang tua itukan hanya melihat banyak, besar dan kecil tapi kalau di kami itu sampai hari ini meberi yang terbaik tapi premium semua,” pungkasnya.(bay)
Editor : Eka Rahmawati