RADAR BOGOR - Pelaksanaan Salat Idulfitri di Kebun Raya Bogor berlangsung khidmat, Minggu 21 Marer 2026. Gema takbir berkumandang saling bersahutan.
Ribuan jemaah datang dari berbagai daerah.
Mereka tampak khusyuk, melaksanakan Salat Idulfitri. Untaian harapan dilangitkan.
Sejumlah pejabat turut hadir, mulai dari Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto, Wali Kota Bogor Dedie Rachim, hingga Kepala BRIN, Prof Arif Satria.
Prof Arif Satria bahkan bertugas sebagai khotib dalam kesempatan itu. Ia menyampaikan tentang pentingnya prinsip, keseimbangan, keadilan hingga toleransi.
“Bagaimana kita menebarkan nilai-nilai tujuh Wasathiyah Islam itu sebagai nilai untuk membangun masyarakat Baldatun Thayyibatun Wa Rabbun Ghafur,” jelasnya
Ia juga turut menyinggung konflik yang tengah terjadi di Timur Tengah. Ia mengajak masyarakat untuk mengambil hikmah dalam peristiwa tersebut.
Setiap konflik geopilitik menunut masyarakat untuk berfikir tentang pembaharuan. Hal ini disebutnya menjadi momentum bagi negara untuk menciptakan inovasi pembaharuan.
"Jadi Perang Dunia Kedua itu banyak temuan-temuan baru, inovasi-inovasi baru seperti radar, komputer dan sebagainya. Jadi setiap krisis itu di baliknya ada hikmah,” terangnya.
Sementara itu Wali Kota Bogor, Dedie Rachim mengatakan pesan khutbah yang dipaparkan mengandung banyak makna yang mesti difahami.
Materi yang disampaikan Prof Arif Satria dipandang dapat menambah khazanah keilmuan. Ia mengajak warga Kota Bogor untuk menambah kekuatan tali silaturahmi.
“Insya Allah, itu menjadi bekal untuk kita semua. Ada nilai-nilai Islam yang saya pikir itu sangat tepat untuk kita jadikan sebagai landasan berpikir,” ujarnya.
Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto memaknai idulfitri sebagai momentum untuk kembali pada fitrah sebagai manusia.
Di bulan Ramadhan sudah banyak ujian yang dilalui. Pasca bulan penu berkah itu warga diminta unruk jadi pribadi yang lebih baik dalam bermsyarakat.
“Kita berusaha untuk selalu menjadi lebih baik. Ramadan kita sudah dicuci, Ramadan kita sudah diuji, maka usai Ramadan ini kita niatkan untuk menjadi lebih baik,” ucapnya.
Bima juga turut mengapresiasi kekuatan emosional antara warga Kota Bogor dengan para pejabatnya. Ia mengaku rindu dengan suasan tersebut.
“Sangat ngangenin, jadi saya merindukan kebersamaan warga Bogor. Nah saat inilah yang kita butuhkan di tengah banyak sekali tantangan secara geopolitik,” pungkasnya (bay)
Editor : Yosep Awaludin