RADAR BOGOR - Kondisi drainase di Pasar Bogor pasca ditinggal Pedagang Kaki Lima (PKL) cukup memerihatinkan. Aliran air itu dipenuhi sampah bekas dagangan mereka.
Kondisi itu dinilai jadi pemicu kawasan Pasar Bogor terlihat kumuh dan kerap menimbulkan bau tak sedap. Drainase pun tidak mampu mengaliri air secara optimal.
Kabid Pemeliharaan dan Kebinamargaan PUPR Kota Bogor, Agus Sobari membenarkan kondisi drainase di Pasar Bogor itu. Personelnya pun langsung dikerahkan untuk memperbaikinya.
“Sesuai perintah pa Wali, kami melakukan normalisasi saluran. Di sana banyak sedimen sampah seperti, saluran, buah-buahan sampai peti-peti bekas jualan,” kata Agus.
Tumpukan sampah terjadi hampir diseluruh drainase yang ada di kawasan Pasar Bogor dan Suryakencana. Tahap awal normalisasi dilakukan di Jalan Roda dan Pedati.
“Disana karena mungkin terlalu lama dipakai lapak banyak sedimen. Makanya kami lakukan perbaikan termasuk bongkaran untuk memeperlancar alur air,” ucap Agus.
Normalisasi saluran air di ruas jalan ini ditargetkan rampung dalam waktu sepekan. Setelah itu petugas akan dikerahkan untuk melakukan langkah serupa di Jalan Bata.
“Di Jalan Bata itu kemungkinan tiga haru. Berlanjut di koridor-koridor Surken kurang lebih satu Minggu. Jika digenapkan normalisasi sampai satu bulan,” bebernya.
Namun Agus akan mengupayakan pengerjaan bisa lebih cepat dari waktu yang telah ditentukan. Ia menargetkan normalisasi rampung dalam waktu tiga minggu.
“Kemudian kami akan melanjutkan pembersihan pedestrian dicuci pakai blangbir pakai mobil pembersih kita nanti setalah beres, dirapihkan jalannya,” ujar Agus.
Air di kawasn Pasar Bogor dan Suryakencan mengalir ke tigavsungai utama yaitu Ciliwung, Cisadane dan Cibalok. Hal ini disesuikan dengan letak geografis drainasenya.
“Kalau untuk Jalan Roda dan Bata dan sebagian jalan Surken yang dikiri dari arah Kebon Raya ke Siliwangi itu masuk Ciliwung. Yang sebelah kanan masuk ke Cisadane,” pungkasnya. (bay)
Editor : Yosep Awaludin