
RADAR BOGOR - Di tengah kebutuhan untuk menghadirkan pangan bergizi, sekaligus memanfaatkan potensi bahan pangan lokal, sebuah inovasi menarik lahir dari SMAN 2 Kota Bogor.
Nabila Emilia Putri Tuhid memperkenalkan TEMKABOR (Tempe Kacang Bogor dengan Suplementasi Kelor), olahan pangan yang memadukan kacang bogor dan daun kelor dalam satu produk.
Inovasi tersebut, tidak sekadar menawarkan alternatif tempe berbahan nonkedelai.
Baca Juga: Rantai Motor dan Oli Gardan Jangan Diabaikan, Ini Dampaknya Jika Salah Perawatan
TEMKABOR dirancang, sebagai pangan fungsional yang mengangkat kekayaan sumber daya lokal sekaligus membuka peluang diversifikasi pangan yang lebih berkelanjutan.
Kacang Bogor Jadi Bahan Utama
Kacang bogor atau Vigna subterranea dipilih, sebagai bahan dasar karena memiliki sejumlah kandungan gizi, seperti protein nabati, karbohidrat kompleks, dan serat pangan.
Tanaman ini, juga dikenal mampu beradaptasi dengan kondisi lingkungan tropis.
Meski memiliki potensi sebagai sumber pangan lokal, pemanfaatan kacang bogor hingga kini belum sepopuler kedelai.
Kondisi tersebut, menjadi salah satu alasan Nabila mengembangkan kacang bogor menjadi tempe.
Melalui proses fermentasi, bahan pangan lokal tersebut diolah menjadi produk dengan nilai tambah.
Selain memperluas pilihan pangan masyarakat, inovasi ini juga membawa gagasan untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan baku pangan yang selama ini lebih banyak digunakan.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




