
RADAR BOGOR - Belajar mikrokontroler tidak selalu harus dimulai dengan langsung berhadapan dengan komponen elektronik yang rentan mengalami kerusakan.
Berangkat dari persoalan tersebut, SMKN 4 Bogor menghadirkan inovasi berupa Simulator Arduino sebagai media pembelajaran praktik bagi siswa.
Inovasi tersebut dikembangkan oleh Andri Setia Nugraha selaku inovator, bersama tim yang terdiri dari Diana Trisna Ningsih, Vitri Nopianti, Mega Suci Erdiyana, dan Stadela Yuni Rahma.
Simulator Arduino ini dirancang untuk membantu siswa memahami elektronika, pemrograman, mikrokontroler, hingga logika sistem digital melalui proses pembelajaran yang lebih interaktif.
Berawal dari Kendala Praktik di Sekolah
Pembelajaran mikrokontroler seperti Arduino selama ini tidak lepas dari sejumlah tantangan.
Keterbatasan perangkat praktik membuat tidak semua siswa bisa memperoleh kesempatan menggunakan hardware secara optimal.
Di sisi lain, kesalahan ketika merangkai komponen juga dapat berujung pada korsleting atau kerusakan perangkat.
Kondisi tersebut bukan hanya menghambat proses belajar, tetapi juga berpotensi menambah kebutuhan biaya untuk pengadaan komponen pengganti.
Simulator Arduino, kemudian dirancang sebagai alternatif agar siswa bisa terlebih dahulu memahami konsep dan menguji program dalam lingkungan pembelajaran yang lebih aman.
“Simulator ini dibuat untuk membantu siswa memahami cara kerja Arduino, sensor, aktuator, dan pemrograman sebelum mereka menerapkannya langsung pada komponen fisik,” kata Andri Setia Nugraha dalam keterangannya kepada Bogor Innovation Award.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




