Bapperida Kota Bogor Miliki Sumur Resapan Sejak 2015, Optimistis Hadapi Bogor Bersih 2026

RADAR BOGOR – Bapperida Kota Bogor mengandalkan sumur resapan berkapasitas hingga 140 meter kubik untuk mengantisipasi limpasan air hujan di lingkungan kantor. Fasilitas yang dibangun sejak 2015 itu menjadi salah satu upaya menjaga lingkungan sekaligus mendukung penilaian Bogor Bersih 2026.
Tim juri Bogor Bersih 2026 mengunjungi kantor Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Bogor pada Senin, 26 Oktober 2026. Dalam kunjungan tersebut, tim meninjau pengelolaan lingkungan, mulai dari konservasi air hingga pengolahan sampah.
Sekretaris Bapperida Kota Bogor, Agnes Andriani Kartika Sari, menyambut langsung kedatangan tim juri bersama jajaran staf. Berbagai fasilitas dan kebiasaan yang diterapkan di lingkungan kantor menjadi bagian dari penilaian.
Baca Juga: Pengguna KRL Keluhkan Kondisi Eskalator Skybridge Stasiun Bojonggede Bogor
Salah satu fasilitas yang menjadi perhatian ialah sumur resapan di area parkir depan kantor. Infrastruktur tersebut memiliki dimensi sekitar 20 meter x 10 meter dengan kedalaman 1,5 meter.
“Kita punya resapan air, kurang lebih panjangnya 20 meter kali 10 meter, dalamnya 1,5 meter, bisa menampung kurang lebih 120 meter kubik sampai 140-an meter kubik,” ujar Agnes.
Fasilitas tersebut merupakan bagian dari proyek percontohan yang dikembangkan bersama GIZ sejak 2015. Keberadaannya membantu menampung dan meresapkan limpasan air hujan, terutama karena kondisi tanah di bagian belakang kantor cenderung berbatu.
Selain mengelola resapan air, Bapperida menerapkan pemilahan sampah di setiap divisi. Sampah yang masih dapat didaur ulang dikumpulkan untuk disalurkan ke bank sampah maupun waste station di Balai Kota Bogor.
Sampah organik berupa daun kering juga diolah menjadi pupuk menggunakan komposter. Pupuk tersebut kemudian dimanfaatkan untuk merawat tanaman di lingkungan kantor.
Bapperida turut memanfaatkan sebagian lahan untuk menanam berbagai komoditas pangan, tanaman yang dibudidayakan antara lain cabai, tomat, dan nanas.
“Ada cabai, tomat, nanas juga kalau mau ngerujak, jadi enggak hanya tanaman hias tapi tanaman buah-buahan dan ini kita coba budidayakan,” kata Agnes.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




