RADAR BOGOR - Bagi kamu yang menyukai makanan pedas, Mie Jebew di Waroeng Uncal adalah destinasi kuliner yang tak boleh dilewatkan.
Waroeng Uncal ini telah beroperasi sejak tahun 2018 dan telah mendapatkan rekomendasi dari food vlogger terkenal, Mgdalenaf.
Nama "Uncal" pada Waroeng Uncal ini diambil dari bahasa Sunda yang berarti rusa, simbol yang erat kaitannya dengan Kota Bogor dan budaya lokal.
Waroeng Uncal menawarkan beragam menu pedas, namun Mie Jebew adalah bintang utamanya.
Mie ini diperkenalkan pada awal 2022 sebagai inovasi yang menarik.
Cita rasanya awalnya mirip dengan mie yamin, yang dikenal manis, namun ada sentuhan khas dari Waroeng Uncal.
Mie ini disajikan dengan kombinasi bumbu yang terdiri dari kecap asin, kecap manis, sambal, dan saus, serta yang paling menarik, tambahan sambal dan chilli oil yang memberikan rasa pedas yang menggugah selera.
Mie Jebew ini sangat populer hingga pemiliknya mengungkapkan bahwa dalam sehari, mereka bisa menjual antara 200 hingga 250 mangkok.
Saat akhir pekan, angka penjualannya bisa melonjak menjadi 300-350 mangkok.
Hal ini menunjukkan betapa digemarinya hidangan ini oleh pengunjung.
Bahkan, untuk level kepedasan 1, rasa pedasnya sudah terasa cukup kuat, berkat satu sendok chilli oil, sambal, dan saus yang ditambahkan ke dalamnya.
Tingkat kepedasan mie ini dapat diatur, mulai dari level 1 hingga level 5, di mana semakin tinggi levelnya, semakin banyak chilli oil yang digunakan.
Chilli oil yang disajikan di sini terbuat dari campuran cabe bubuk, cabe rawit, dan bawang, memberikan cita rasa pedas yang kental.
Mgdalenaf sendiri menyebutkan bahwa bahkan di level 1, rasa pedasnya sudah cukup menggigit, menjadikannya pilihan yang menarik bagi para pecinta pedas.
Waroeng Uncal tidak hanya menawarkan hidangan yang lezat, tetapi juga pengalaman kuliner yang seru bagi mereka yang berani mencoba tantangan pedas.
Jika kamu berada di Bogor dan mencari sesuatu yang bisa memacu adrenalin lidah, Mie Jebew di Waroeng Uncal adalah pilihan yang sangat tepat.***
Penulis: Elis Karmilah/magang_iuqi
Editor : Halimatu Sadiah